Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Terima 1,8 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Melalui COVAX

Selasa malam (11/1/2022), Indonesia menerima kedatangan vaksin tahap ke-193 sebanyak 1.847.700 dosis vaksin AstraZeneca.
Wahyu Arifin
Wahyu Arifin - Bisnis.com 12 Januari 2022  |  22:16 WIB
Ilustrasi - Envirotainer berisi vaksin Covid-19 AstraZeneca sebanyak 3.852.000 dosis melalui fasilitas kerja sama vaksin multilateral COVAX dalam pengiriman gelombang kedua yang tiba di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (26/4/2021)./Antara - HO/Kemenkominfo\r\n
Ilustrasi - Envirotainer berisi vaksin Covid-19 AstraZeneca sebanyak 3.852.000 dosis melalui fasilitas kerja sama vaksin multilateral COVAX dalam pengiriman gelombang kedua yang tiba di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (26/4/2021)./Antara - HO/Kemenkominfo\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia kembali menerima donasi vaksin AstraZeneca dari Covid-19 Vaccine Global Access COVAX, sebuah inisiatif global yang ditujukan untuk kesetaraan akses untuk vaksin Covid-19. Selasa malam (11/1/2022) kemarin, Indonesia menerima kedatangan vaksin tahap ke-193 sebanyak 1.847.700 dosis vaksin AstraZeneca.

"Kedatangan ini sekaligus menandai keberhasilan diplomasi multilateral Indonesia dalam penanganan pandemi, termasuk di dalamnya adalah tentang ketersediaan vaksin," ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong, Selasa (12/1/2022).

Menurut Usman, di tingkat regional, Indonesia juga merupakan salah satu negara di Asean yang menjadi pelopor mengatasi pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung. Usman menyebut, Indonesia memimpin dan mendorong berbagai inisiatif Asean mengatasi pandemi dan memperkuat mekanisme ketahanan kesehatan Asean.

Sementara, melalui COVAX, Indonesia terus aktif mengkampanyekan kesetaraan akses vaksin bagi seluruh negara di dunia. Dia menambahkan, pada akhir 2021, Indonesia telah melampaui target WHO dengan melakukan vaksinasi Covid-19 kepada lebih dari 40 persen penduduknya.

Di lain sisi, lanjutnya, saat ini ada 98 negara yang masih belum mencapai 40 persen, bahkan 41 di antaranya bahkan belum mencapai 10 persen dari populasi.

Melanjutkan upaya yang dilakukan di 2021, masih menurut Usman, Indonesia menargetkan pada 2022 ini, tercapai 70 persen populasi yang telah divaksinasi. Untuk itu, pemerintah secara konsisten terus mendatangkan vaksin untuk memenuhi kebutuhan program vaksinasi.

"Tak lupa kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program vaksinasi nasional dan juga kepada masyarakat," katanya.

Usman menegaskan, vaksinasi adalah salah satu kunci untuk melindungi diri dan bangsa dari ancaman Covid-19. Tercapainya herd immunity di Indonesia bisa meningkatkan kemampuan bangsa untuk segera keluar dari pandemi yang telah berlangsung dua tahun ini.

"Program vaksinasi sudah berlangsung setahun dan kita telah berada di jalur yang tepat dengan terus mengamankan stok vaksin untuk kebutuhan penduduk Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, terkait penyebaran varian Omicron, dia mengatakan, pemerintah berupaya sekuat tenaga agar varian tersebut tidak meluas. Usman pun meminta pemerintah daerah untuk menggencarkan penelusuran dan pengetesan kontak erat guna mendeteksi kasus konfirmasi secara lebih dini.

Seluruh elemen masyarakat juga diharapkan agar menjaga situasi Indonesia tetap baik dan mempertahankan tingkat penularan rendah. Usman mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, mematuhi protokol kesehatan dan semua imbauan pemerintah serta mengikuti vaksinasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top