Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan Jokowi Gratiskan Vaksin Booster untuk Masyarakat

Jokowi menjelaskan alasan pemerintah memberikan vaksin dosis ketiga atau vaksin booster Covid-19 kepada masyarakat secara gratis.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 11 Januari 2022  |  14:26 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau vaksinasi COVID-19 bagi para pelajar di SMAN 1 Beber, Kabupaten Cirebon, Jabar, Selasa (31/08/2021). (Foto: BPMI Setpres - Muchlis Jr).
Presiden Joko Widodo meninjau vaksinasi COVID-19 bagi para pelajar di SMAN 1 Beber, Kabupaten Cirebon, Jabar, Selasa (31/08/2021). (Foto: BPMI Setpres - Muchlis Jr).

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan alasan pemerintah memberikan vaksin dosis ketiga atau vaksin booster Covid-19 kepada masyarakat secara gratis.

Jokowi mengatakan vaksin booster digratiskan, karena keselamatan masyarakat Indonesia adalah hal yang utama.

“Sekali lagi saya tegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah yang utama,” kata Jokowi melalui konferensi pers virtual, dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (11/1/2022).

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa vaksinasi ketiga atau booster akan diberikan gratis kepada masyarakat Indonesia mulai 12 Januari 2022. Pemberian vaksin booster pada tahap awal akan diprioritaskan bagi kelompok lanjut usia (lansia) dan masyarakat rentan.

“Upaya ini penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat mengingat virus Covid-19 yang akan terus bermutasi. Oleh sebab itu saya telah memutuskan pemberian vaksinasi ketiga ini gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Adapun, dia menyebutkan terdapat syarat dan ketentuan yang dibutuhkan untuk menerima vaksin booster, yaitu calon penerima harus sudah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua lebih dari 6 bulan sebelumnya.

“Meskipun sudah divaksin saya mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, karena vaksinasi dengan disiplin prokes merupakan kunci dalam mengatasi pandemi Covid-19,” tuturnya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi memberikan persetujuan pada 5 jenis vaksin yang dapat digunakan sebagai booster atau dosis lanjutan homolog (vaksin booster sama dengan vaksin primer) dan heterolog (vaksin booster berbeda dengan vaksin primer).

Kelima vaksin tersebut adalah CoronaVac atau Vaksin Covid-19 Bio Farma, Comirnaty oleh Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Zifivax.

“Persetujuan vaksin booster tersebut didasarkan pada data imunogenisitas dari hasil pengamatan uji klinik terkini yang menunjukan adanya penurunan kadar antibodi yang signifikan terjadi setelah 6 bulan pemberian vaksin primer," kata Kepala BPOM, Penny K. Lukito dalam Konferensi Pers, Senin  (10/1/2022).

Lebih lanjut, Penny mengatakan program vaksinasi di Indonesia sudah dilakukan sejak Januari 2021, sehingga diperlukan pemberian vaksinasi booster untuk mempertahankan imunogenisitas vaksin terhadap infeksi Covid-19.

"Sesuai dengan rekomendasi WHO, pemberian vaksin booster/dosis lanjutan yang akan dirancang oleh pemerintah dengan pemberian yang diutamakan untuk populasi yang berisiko tinggi yaitu lansia, tenaga kesehatan, dan kelompok individu yang memiliki masalah sistem imun/kekebalan (immunocompromized)," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Vaksin Covid-19 Vaksin Booster Vaksin Booster Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top