Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPP Sindir Parpol yang Ingin Jadikan Ketum Sebagai Capres 2024

Munculnya elit parpol sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024 nanti akan menghambat munculnya pemimpin-pemimpin masa depan.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 06 Desember 2021  |  18:34 WIB
Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani. - Antara
Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyindir partai politik yang sudah mengusung nama ketua umum masing-masing sebagai capres pada Pemilu 2024.

Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani berpandangan hal tersebut bisa menutup peluang tokoh potensial yang belum memiliki partai politik apapun untuk digandeng partai politik menjadi capres maupun cawapres pada Pemilu 2024 nanti.

Padahal, menurut Arsul, tidak sedikit tokoh publik yang saat ini memiliki elektoral cukup tinggi untuk digandeng menjadi capres maupun cawapres di Pemilu 2024 nanti.

"Lah kalau semua parpol itu hanya membuka pintu untuk kadernya sendiri, kan orang yang non parpol berarti tertutup pintunya untuk menjadi capres atau cawapres," tuturnya di Gedung DPR, Senin (6/12/2021).

Arsul juga mengakui bahwa PPP seringkali diberi kritik oleh partai politik lain karena hingga saat ini tidak memiliki kader yang bakal diusung di Pemilu 2024 nanti.

"Kita ini sering dikritik masa partai politik kok tidak menampilkan kadernya atau tokohnya sendiri jadi capres dan cawapres," katanya.

Menurut Arsul PPP kini tengah fokus membidik tokoh publik yang memiliki elektoral survei tinggi untuk diusung menjadi capres dari PPP.

"PPP sangat terbuka dengan capres dan cawapres dari luar atau non parpol," ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ppp Pemilu 2024
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top