Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mengapa China dan Rusia Memperkuat Hubungan?

Peningkatan hubungan kedua negara memang mengkhawatirkan Barat. Apalagi, intelijen Amerika Serikat (AS) mencantumkan China, Rusia sebagai ancaman keamanan
Bendera Rusia dan China/Istimewa
Bendera Rusia dan China/Istimewa

Kekhawatiran Negara Barat

Peningkatan hubungan kedua negara memang mengkhawatirkan Barat. Apalagi, intelijen Amerika Serikat (AS) mencantumkan China, Rusia sebagai ancaman keamanan terbesar bagi AS dan NATO.

Aliansi keamanan Barat itu berdiri pada tahun 1949 sebagai benteng melawan Uni Soviet dan kini berencana memperluas fokusnya untuk melawan kedua negara.

Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times yang berbasis di London bulan lalu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan tidak melihat China dan Rusia sebagai dua ancaman yang terpisah.

“China dan Rusia bekerja sama secara erat,” katanya.

China dan  Rusia maupun Asia-Pasifik atau Eropa, adalah satu lingkungan keamanan yang besar dan kita harus mengatasinya bersama-sama,” ujarnya.

Tetapi beberapa orang mengatakan penilaian ini terlalu sederhana dan dapat mengakibatkan "kesalahan besar".

“Tidak ada konspirasi besar melawan Barat,” kata Bobo Lo, mantan diplomat Australia dan analis hubungan internasional independen bulan lalu.

Apakah ini adalah hubungan kekuatan besar klasik yang berarti didorong oleh kepentingan bersama daripada nilai-nilai bersama,” ujarnya mempertanyakan pembicaraan virtual yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Keamanan Global yang berbasis di AS.

Dengan saling mendukung, China dan Rusia mendapatkan “dividen penting”, kata Lo, termasuk memperkuat “legitimasi dan stabilitas rezim masing-masing”.

Kerja sama pertahanan memungkinkan Moskow untuk mengukur pengaruh Rusia di panggung dunia, tambahnya. Sementara, Beijing dapat memperoleh akses ke teknologi militer canggih dan pengalaman operasional Rusia.

Hubungan itu juga memungkinkan Moskow untuk “mengisi kesenjangan teknologi yang ditinggalkan oleh penarikan perusahaan-perusahaan Barat di Rusia” menyusul sanksi yang dijatuhkan setelah aneksasi Krimea.

“Investasi China dalam teknologi sangat penting untuk realisasi proyek LNG Arktik Rusia,” kata Lo.

Hubungan antara Rusia dan China “didorong oleh faktor fundamental di luar kendali Barat”. Dia mencatat, dalam pembicaraan pada Maret lalu bahwa kedua negara juga berbagi perbatasan sepanjang 4.300 kilometer (2.672 mil).

Akibat bentrokan perbatasan tahun 1969, mereka tahu betapa berbahaya dan mahalnya menjadi musuh, katanya.

Itulah sebabnya, katanya di Twitter bulan lalu, klaim NATO bahwa China dan Rusia adalah salah satu tantangan. Kedua negara "patuh pada otonomi strategis mereka," katanya.

Artinya, dengan menyatunya China dan Rusia sebagai aliansi kuasi yang perlu dilawan melalui perangkat terpadu, Barat berisiko menciptakan kerja sama China-Rusia yang akan mengarah pada peningkatan tekanan pada AS.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Nancy Junita

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper