Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Korban Penggelapan Kurir Ojol Fiktif Lebih dari 18 Orang

Dirkumsus Polda Metro Jaya mengatakan korban pencurian dan penggelapan barang mahal yang dilakukan dua orang kurir ojol fiktif berpotensi lebih dari 18 orang.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 27 November 2021  |  15:33 WIB
Tangkapan layar - Dirkumsus Polda Metro Jaya Auliyansah Lubis. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Tangkapan layar - Dirkumsus Polda Metro Jaya Auliyansah Lubis. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA — Dirkumsus Polda Metro Jaya Auliyansah Lubis mengatakan korban pencurian dan penggelapan barang mahal yang dilakukan dua orang kurir ojek online (ojol) fiktif berpotensi lebih dari 18 orang.

“Saat ini kami monitor dari media sosial sudah ada korban-korban lain mungkin bisa lebih dari 18 orang,” kata Auliyansah melalui twitter Polda Metro Jaya, Sabtu (27/11/2021).

Auliyansyah mengatakan modus operandi pencurian barang mahal lewat ojol fiktif itu lewat pemalsuan data diri untuk akun driver. Pelaku menyamarkan wajahnya dengan menggunakan foto tiga dimensi.

“Dari akun itulah dia melakukan tindak pidana atau kejahatan untuk melakukan penipuan dan penggelapan barang-barang yang dipesan masyarakat,” katanya.

Seperti dilansir dari Tempo.Co, polisi menangkap dua orang kurir ojek online (ojol) fiktif yang membawa kabur laptop Macbook Pro 16 inci keluaran tahun 2021 seharga Rp67 juta. Laptop itu dibeli oleh Untung Putro, pemilik Untung Store.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan mengatakan, kedua tersangka berinisial HS, 39 tahun dan RR, 25 tahun, merupakan rekan yang sudah bekerja sama melakukan penipuan belasan kali.

"Sudah 15 kali melakukan kejahatan ini dan mereka residivis. Sudah beraksi kurang lebih satu tahun," ujar Zulpan di Polda Metro Jaya pada Rabu (24/11/2021).

Menurut dia, HS meminta bantuan kepada RF untuk mencarikan penjual akun ojek online fiktif. Akun tersebut dipakai oleh HS untuk melakukan penipuan. Dengan akun ojol fiktif itu, HS berharap kejahatannya tak terlacak karena data dirinya di akun itu palsu. 

Zulpan menjelaskan dalam kasus ini, Untung membeli laptop tersebut dari situs Tokopedia pada 12 November 2021. Namun, barang tersebut tak kunjung datang.

Setelah diusut, ternyata laptop pesanan Untung dibawa kabur dan digelapkan oleh HS. Dia adalah kurir ojek online yang seharusnya mengantarkan pesanan itu kepada Untung.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polda metro jaya Ojek Online
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top