Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kala Elite Hidupkan Hantu Komunis, Kartika Soekarno Menulis Surat Ini

Kartika Sari Dewi Soekarno menulis opini tentang keterlibatan negara Barat dalam upaya penggulingan Presiden Soekarno pada 1965.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 22 November 2021  |  14:40 WIB
Tangkapan layar - Kartika Sari Dewi Soekarno. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @kartikasoekarnofoundation
Tangkapan layar - Kartika Sari Dewi Soekarno. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @kartikasoekarnofoundation

Bisnis.com, JAKARTA - Kartika Sari Dewi Soekarno, putri Presiden Indonesia pertama Soekarno dari Kartika Sari Dewi baru-baru ini menulis opini tentang keterlibatan negara Barat dalam upaya penggulingan ayahnya pada 1965 di situs berita Inggris, The Guardian.

Dalam opininya, Kartika Soekarno menyebut ayahnya dan jutaan rakyat Indonesia dihancurkan hidupnya oleh kudeta berdarah pada 1965 yang dia yakini didukung oleh Inggris, Australia dan Amerika Serikat.

“Nasib tragis ayah saya dialami oleh jutaan orang Indonesia yang hidupnya dihancurkan oleh kudeta militer berdarah tahun 1965, yang saya yakini didukung oleh pemerintah Amerika Serikat, Inggris, dan Australia,” ujarnya dalam opini berjudul asli ‘Britain owes an apology to my father and millions of other Indonesians’ tersebut.

“Dari dokumen-dokumen yang baru-baru ini dibuka, kami menemukan bahwa, mulai tahun 1950-an, CIA terus mengawasi Soekarno. Pada tahun 1965, Inggris menghasut pembunuhan massal dengan dalih bahwa orang-orang komunis bertanggung jawab atas pembunuhan enam jenderal terkemuka Indonesia.”

“Hari ini, masih ada perdebatan tentang siapa yang berada di balik pembunuhan ini. Ayahku tahu komunis tidak membunuh enam jenderalnya. Dia juga tahu maksud pemerintah Inggris dan Amerika Serikat untuk melihatnya digulingkan,” lanjut Kartika.

Menurutnya, keterlibatan ketiga negara tersebut dalam pendongkelan Sukarno erat kaitannya dengan motif ekonomi.

"Pemerintah Inggris menginginkan ketidakhadiran ayah saya karena kepentingan bisnisnya, seperti yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutu mereka di wilayah yang kaya akan sumber daya alam, seperti Papua Barat memiliki tambang emas terbesar di dunia," jelasnya.

Diketahui, di Indonesia penyebutan nama peristiwa Gerakan 30 September 1965 masih mengikuti narasi rezim Soeharto, yakni G30 S/PKI.

Selain itu, Kartika Soekarno juga  beropini soal nasib banyak warga Indonesia yang tidak mendapatkan hak yang layak sebagai warga negara akibat gerakan 30 September.

"Jadi, ketika Soeharto mengambil alih dan memerintahkan pembunuhan semua komunis dan pengikut Soekarno, banyak warga sipil yang bahkan tidak tahu arti ideologi komunis juga ditangkap, disiksa, dibunuh," tuturnya.

"Selama beberapa generasi, anggota keluarga korban juga dianiaya. Mereka ditandai dengan simbol pada kartu identitas mereka yang mencegah mereka mendapatkan pekerjaan. Mereka tidak dapat bersekolah di sekolah umum dan sulit bagi anak-anak mereka untuk mendapatkan pendidikan di sekolah swasta kecuali beberapa sekolah Katolik. Bahkan saudara perempuan saya sendiri, Megawati Soekarno Putri, tidak dapat menyelesaikan studinya di universitas," kata Kartika.

Dia juga bercerita mengenai nasib Soekarno dan keluarganya setelah diisolasi oleh penguasa baru waktu itu, Soeharto.

“Saya sekarang berusia 54 tahun, dan masih menderita sakit yang mendalam memikirkan tahun-tahun kesepian ayah saya di bawah tahanan rumah, ditolak perawatan medis dan kunjungan keluarga, karena Soeharto tidak ingin mengambil risiko dengan memberinya kesempatan untuk berbicara. Soehato telah menguasai media massa dan ayah saya, yang suaranya sering terdengar di radio, dibungkam. Suaranya begitu diredam, sehingga dia tidak bisa lagi berkomunikasi dengan anggota keluarganya sendiri.”


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

soekarno Komunis
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top