Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Kanada Umumkan Darurat Akibat Badai Besar

Kanada mengumumkan keadaan darurat di Provinsi British Columbia setelah badai besar memutus jalan raya dan jalur kereta api.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 18 November 2021  |  09:30 WIB
Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau dalam sebuah konferensi pers di Chelsea, Quebec, Kanada, Jumat (19/6/2020). - Bloomberg/David Kawai
Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau dalam sebuah konferensi pers di Chelsea, Quebec, Kanada, Jumat (19/6/2020). - Bloomberg/David Kawai

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Kanada mengumumkan keadaan darurat di Provinsi British Columbia setelah badai besar memutus jalan raya dan jalur kereta api di wilayah tersebut.

Angkatan Bersenjata Kanada sedang dikerahkan untuk membantu ribuan penduduk yang terdampar sejak badai melanda wilayah itu pada Minggu (14/11/2021) malam.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menjanjikan bantuan saat berkunjung ke Washington DC, AS dan mengatakan akan membangun kembali wilayah yang rusak.

Seorang wanita tewas akibat tanah longsor dan dua orang lainnya hilang. Ribuan orang tetap dievakuasi setelah "sungai atmosfer" berupa jalur panjang uap air di udara yang mengangkut air dari daerah tropis menuju daerah kutub. Sungai atmosfer itu menurunkan curan hujan selama dua hari yang sama dengan akumulasi curan hujan selama sebulan.

Pejabat di wilayah tersebut menghubungkan bencana alam itu dengan efek perubahan iklim. Dampak perubahan iklim pada frekuensi badai masih belum jelas, tetapi diketahui bahwa peningkatan suhu permukaan laut menghangatkan udara di atas dan membuat lebih banyak energi tersedia untuk mendorong angin topan. Akibatnya, topan cenderung lebih intens dengan curah hujan yang lebih ekstrem.

Dunia telah menghangat sekitar 1,2 derajat Celsius sejak era industri dimulai dan suhu akan terus meningkat kecuali pemerintah di seluruh dunia melakukan pengurangan tajam emisi.

Dalam konferensi pers kemarin, Gubernur British Columbia John Horgan mengatakan perintah darurat mulai berlaku pada pukul 12:00 waktu setempat (20:00 GMT).

Pembatasan perjalanan akan menghindari orang dari jalan yang banjir dan memastikan bahwa barang-barang penting akan "mencapai komunitas yang membutuhkannya".

"Tidak ada orang yang tidak terdampak atau tidak akan terpengaruh oleh peristiwa ini sejak akhir pekan lalu," katanya.

"Peristiwa ini meningkat frekuensinya karena perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia."

Horgan menambahkan, perubahan iklim yang disebabkan manusia adalah penyebab bencana baru-baru ini. British Columbia harus "memperingatkan tujuh miliar jiwa lainnya yang hidup di planet ini untuk memahami bahwa kita perlu bertindak sekarang untuk melindungi kita dari kejadian semacam ini yang akan terjadi di masa depan".

Cuaca ekstrem di Kanada terjadi beberapa hari setelah para pemimpin dunia bertemu untuk konferensi perubahan iklim COP26 di Glasgow.

Di wilayah yang sama terjadi  rekor gelombang panas tinggi di musim panas yang menewaskan lebih dari 500 orang, serta kebakaran hutan, termasuk yang menghancurkan desa Lytton.

Helikopter kemarin menjatuhkan pasokan makanan ke komunitas pegunungan yang terdampar setelah tanah longsor menghancurkan jalan dan banjir merendam jalan raya utama.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanada badai Justin Trudeau
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top