Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DPR Sentil Pemerintah soal 4.000 Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa di Kudus

Komisi IX DPR menyayangkan adanya 4.000 dosis vaksin AstraZeneca yang kedaluwarsa di Kudus, Jawa Tengah.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 05 November 2021  |  20:40 WIB
Dokumentasi Juru vaksin menyiapkan vaksin AstraZeneca sebelum diberikan kepada warga di Kecamatan Kota Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (22/3/2021). Vaksin AstraZeneca perdana diberikan secara massal kepada sekitar 2.500 orang tokoh agama serta tokoh masyarakat di Kabupaten Jombang yang disaksikan langsung Presiden Joko Widodo. - Antara
Dokumentasi Juru vaksin menyiapkan vaksin AstraZeneca sebelum diberikan kepada warga di Kecamatan Kota Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (22/3/2021). Vaksin AstraZeneca perdana diberikan secara massal kepada sekitar 2.500 orang tokoh agama serta tokoh masyarakat di Kabupaten Jombang yang disaksikan langsung Presiden Joko Widodo. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi IX DPR menyayangkan adanya 4.000 dosis vaksin AstraZeneca yang kedaluwarsa di Kudus, Jawa Tengah. Komisi yang membidangi urusan kesehatan ini meminta pemerintah melakukan antisipasi agar kasus kedaluwarsa vaksin Covid-19 tidak terulang kembali.

“Seharusnya pemerintah melakukan pencegahan. Kita minta segera lakukan upaya-upaya vaksin Covid-19 agar jangan sampai kedaluwarsa,” kata Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo, Jumat (5/11/2021).

Kasus kedaluwarsa vaksin di Kudus dinilai karena lambatnya distribusi vaksin dari Provinsi ke kabupaten. Selain itu, kata Rahmad, peristiwa ini terjadi lantaran kurang cepatnya penyuntikan vaksin kepada masyarakat.

“Meskipun butuh kajian lebih lanjut apakah masih bisa dipakai atau tidak, tapi mestinya manajemen staf harus benar-benar dikelola dengan baik, bagaimana tata kelola ketika menghadapi adanya vaksin yang dikejar oleh batas kedaluwarsa,” ujarnya.

Rahmad mengatakan sangat disayangkan karena masih banyak daerah sekarang yang kekurangan kuota vaksin dan masih harus menunggu dari negara produsen.

Legislator dari Dapil Jawa Tengah V ini meminta pemerintah memberikan penjelasan mengenai adanya vaksin kedaluwarsa di Kudus. Rahmad juga meminta peran aktif dari pemerintah daerah agar bekerja cepat mendistribusikan vaksin kepada masyarakat begitu stok vaksin dikirimkan oleh pusat.

“Perlu adanya koordinasi semua pihak, khususnya pemangku kepentingan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Pemda harus gerak cepat menyalurkan vaksin kepada masyarakat sehingga tidak ada vaksin yang terbuang sia-sia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rahmad mengimbau Pemda punya inisiatif lebih apabila memiliki stok vaksin yang sudah hampir kedaluwarsa. Dia mencontohkan Pemkab Sukoharjo yang mengalihkan puluhan ribu dosis vaksin AstraZeneca yang akan kedaluwarsa ke daerah lain.

“Pemda harus segera melaporkan apabila ada kendala, baik kepada provinsi maupun pusat. Ketika dinasnya menerima vaksin yang sekian hari akan kedaluwarsa, segera koordinasikan ke daerah mana yang stoknya menipis, dan mereka sanggup menyelesaikan vaksinasi dengan batasan waktu sekian hari menjelang kedaluwarsa,” kata Rahmad.

Oleh karenanya, Komisi IX DPR memberi apresiasi kepada Pemda yang berperan aktif sehingga program percepatan vaksin dapat berjalan dengan baik. Rahmad menyatakan, Pemda tidak bisa bekerja sendiri sehingga kunci kesuksesan vaksinasi adalah koordinasi.

“Pada intinya, kami mendorong kepada semua pihak untuk saling bekerja sama dan pemerintah segera mencari solusi apabila menemukan masalah. Jangan hanya diam saja,” sebutnya.

Kepada masyarakat, Rahmad kembali mengingatkan supaya segera mendaftarkan diri untuk disuntik vaksin jika belum mendapatkannya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksinasi Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top