Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sederet Fakta 2 Oknum Polisi Jual Amunisi ke KKB Papua

Pelaku yang merupakan oknum anggota polisi disebut sebagai pengkhianat NKRI.
Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Fadli Zon/ Tangkapan layar Youtube Fadli Zon Official
Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Fadli Zon/ Tangkapan layar Youtube Fadli Zon Official

Tanggapan Kompolnas dan DPR

Kompolnas sebut sebagai pengkhianat

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyayangkan adanya oknum polisi yang diduga menjual amunisi kepada KKB di Papua.

Jika hal itu benar, kata dia, tindakan kedua pelaku dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap NKRI.

"Jika terbukti benar menjual amunisi kepada KKB, maka mereka adalah pengkhianat," kata anggota Kompolnas Poengky Indarti.

Poengky menyebutkan, tindakan oknum anggota polisi itu harus diusut secara tuntas dan harus dihukum berat jika terbukti bersalah.

"Jika terbukti benar harus dihukum berat," tegasnya.

"Sungguh ironis, di satu sisi Polri-TNI tergabung dalam Satgas Nemangkawi berusaha memberantas KKB di Papua yang sudah melakukan teror kepada masyarakat dan aparat keamanan, tetapi di sisi lain ada oknum polisi yang malah menjual amunisi ke KKB," lanjutnya.

Dapat sorotan DPR

Kasus jual-beli senjata api dan amunisi yang melibatkan oknum kepolisian itu juga mendapat sorotan dari anggota DPR Fadli Zon.

Politikus Partai Gerindra itu meminta Polri melakukan evaluasi secara internal.

Sebab, tindakan yang dilakukan oknum tersebut tidak hanya mencoreng institusi tapi juga mengancam stabilitas negara.

"Sebaiknya berbenah diri, berkaca, yg jual2 senjata ke separatis/teroris siapa shg mereka jd kelompok bersenjata. Kalau tak ada jual beli senjata, mungkin jadinya KKBR (Kelompok Kriminal Bambu Runcing). Ini saja urus dulu. Katanya NKRI harga mati," tulis Fadli di akun Twitternya, Sabtu (30/10/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Sumber : Antara

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper