Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Dia Vaksin yang Banyak Dipilih Warga Singapura Jadi Booster

Food and Drug Administration AS tidak merekomendasikan suntikan booster Pfizer untuk mereka yang berusia di bawah 65 tahun.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Oktober 2021  |  13:33 WIB
Warga menyeberang jalan di tengah penyebaran penyakit Covid-19 di Singapura, Jumat (14/5/2021). - Antara/Reuters
Warga menyeberang jalan di tengah penyebaran penyakit Covid-19 di Singapura, Jumat (14/5/2021). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Vaksin Covid-19 buatan China, Sinovac dan Sinopharm banyak diminati warga Singapura untuk booster. Vaksin ini menggunakan partikel virus tidak aktif untuk membentuk sistem kekebalan seseorang terhadap virus covid-19.

Dilansir tempo.co, Kamis (7/10/2021), dokter umum di Klinik Medis dan Bedah Chua di Bukit Batok Chua Ghuan Kiat mengatakan banyak permintaan vaksin Sinovac dan Sinopharm menjadi booster Covid-19. Sebagian besar warga yang meminta adalah lansia yang telah divaksinasi lengkap menggunakan vaksin berbasis mRNA.

Chua mengatakan bahwa sejak kliniknya mulai menawarkan suntikan Sinovac pada 23 September, setiap hari ia memberikan 20 hingga 30 dosis vaksin booster. Permintaan terus naik terutama dari pasien yang berusia 50 tahun ke atas.

Banyak orang tua yang takut akan efek samping dosis ketiga vaksin mRNA. Mereka pun memilih booster vaksin Sinovac dan Sinopharm karena efek samping yang lebih ringan.

Chief Operating Officer Royal Healthcare di Novena, Michelle Lim, mengatakan kepada Strait Times seperti dikutip dari The New Paper, bahwa kliniknya telah memberikan hampir 1.000 suntikan booster.

Dia mencatat bahwa beberapa perusahaan di bidang manufaktur, konstruksi dan supermarket juga telah mengatur dengan klinik agar staf mereka divaksinasi dengan dosis penguat Sinopharm. Tujuannya untuk membatasi penularan Covid-19 di tempat kerja.

Lim mengatakan banyak dari mereka yang memilih suntikan Sinopharm. Sebab, mereka mengalami efek samping setelah menerima vaksin mRNA dua dosis dan berharap booster akan lebih ringan. Sedangkan yang lain berharap suntikan Sinopharm dapat menawarkan spektrum antibodi yang lebih luas.

Salah satu alasan lainnya adalah Food and Drug Administration AS tidak merekomendasikan suntikan booster Pfizer untuk mereka yang berusia di bawah 65 tahun. Ada kekhawatiran bahwa vaksin Pfizer tetap memiliki risiko meskipun bermanfaat membentengi penyebaran Covid-19.

Leong Hoe Nam, seorang dokter penyakit menular di Klinik Rophi, mengatakan banyak pasiennya yang menerima kedua dosis vaksin Pfizer meminta vaksin Sinopharm sebagai vaksin ketiga.

"Banyak yang mendapat satu dosis vaksin inaktif setelah menerima dua dosis mRNA, merasa memiliki hasil antibodi yang sangat baik. Tak diragukan bahwa hasil antibodi terbaik diperoleh dengan dosis mRNA ketiga, tetapi banyak yang tidak mau melewati efek samping yang sama lagi," katanya.

Salah satu pasien adalah Mr Ho, yang berusia 60-an. Ia menerima suntikan booster Sinopharm setelah disuntik vaksin Pfizer sebanyak dua kali.

#ingatpesanibu #sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sinovac Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru Vaksin Sinopharm

Sumber : Tempo.co

Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top