Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dilaporkan Luhut ke Polisi, Haris Azhar Siapkan Bukti Tandingan

Direktur Lokataru Haris Azhar menyatakan sudah siap dengan sejumlah bukti tandingan untuk menghadapi Luhut Pandjaitan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 September 2021  |  13:56 WIB
Dilaporkan Luhut ke Polisi, Haris Azhar Siapkan Bukti Tandingan
Haris Azhar - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah menyerahkan sejumlah barang bukti ke penyidik Polda Metro Jaya terkait laporannya terhadap Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti atas dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Lokataru Haris Azhar menyatakan sudah siap dengan sejumlah bukti tandingan untuk menghadapi Luhut.

Bukti tersebut berkaitan dengan tuduhannya soal dugaan keterlibatan Luhut dalam bisnis tambang emas di Blok Wabu di Papua. 

"Insyaallah sudah siap," ujar Haris Azhar lewat pesan singkat, Senin (27/9/2021).

Hal tersebut disampaikan Haris merespon pernyataaan Luhut yang menantangnya beradu bukti di pengadilan. Luhut sebagai pihak pelapor memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, hari ini. Luhut menerangkan, dalam kesempatan itu dirinya sudah menyerahkan semua barang bukti kepada penyidik. 

Sementara Haris sebagai pihak terlapor mengaku belum mendapat undangan panggilan polisi. "Belum, paling besok," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Luhut melaporkan Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya atas tudingan fitnah dan pencemaran nama baik. Laporan itu diterima penyidik dengan nomor STTLP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 22 September 2021.

Luhut menyebut Haris Azhar dan Fatia telah mencemarkan nama baiknya, bahkan memberikan dampak buruk kepada nama baik keluarganya. Selain melaporkan tindak pidana, Luhut juga mengajukan gugatan perdata kepada keduanya sebesar Rp 100 miliar.

Laporan dibuat setelah Luhut merasa tak puas atas jawaban Haris dan Fatia dalam dua kali somasi. Dugaan tindak pidana disebut terdapat dalam video berjudul Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!! di akun Youtube Haris Azhar.

Dalam video wawancara bersama koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti, Haris membahas hasil riset sejumlah organisasi, seperti KontraS, Walhi, Jatam, YLBHI, Pusaka tentang bisnis para pejabat atau purnawirawan TNI AD di balik bisnis tambang emas atau rencana eksploitasi daerah Blok Wabu di Intan Jaya, Papua.

Fatia menyebutkan bahwa ada sejumlah perusahaan yang bermain tambang di kawasan tersebut. Salah satunya PT Tobacom Del Mandiri, anak usaha Toba Sejahtera Group yang sahamnya dimiliki Luhut.

Haris Azhar mengatakan data-data soal Luhut perihal dugaan tambang di Papua, bukan hal baru.

"Laporannya sudah dipublikasi di website Jatam, KontraS, Walhi, dan lain-lain. Laporan mereka ada sumber datanya," kata Haris.

Luhut pun menantang Haris dan Fatia membuktikan tudingan mereka di Pengadilan. 

"Jadi biarlah dibuktikan di Pengadilan, nanti kalau saya salah, ya dihukum, nanti kalau yang melaporkan itu salah, ya dia dihukum. Kita kan sama di mata hukum," kata Luhut usai memenuhi undangan klarifikasi di Polda Metro Jaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri Luhut Pandjaitan Haris Azhar

Sumber : Tempo.Co

Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top