Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

5 Fakta Vaksin CanSino: Buatan China yang Sudah Dapat Izin BPOM

Berikut ini 5 fakta vaksin CanSino, buatan perusahaan farmasi China yang telah medapat EUA dari BPOM.
Perusahaan vaksin dari China, CanSino Bio./Istimewa
Perusahaan vaksin dari China, CanSino Bio./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 yang diproduksi CanSino, Selasa (7/9/2021).

Kabar baik ini tentu menambah daftar vaksin Covid-19 yang dimiliki Indonesia. Sejauh ini, BPOM sudah menerbitkan EUA untuk 9 jenis vaksin Covid-19, antara lain CoronaVac (Sinovac), Vaksin Covid-19 Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, Sputnik V, Janssen, dan Convidecia (CanSino).

Penambahan vaksin Covid-19 ini diharapkan dapat semakin membantu upaya pemerintah untuk mencapai herd immunity. Badan POM berkolaborasi bersama para pakar dalam memastikan pemenuhan standar keamanan, khasiat, dan mutu vaksin.

"Kami melibatkan para pakar di bidang farmakologi, imunologi, klinisi, apoteker, epidemiologi, virologi, dan biomedik yang tergabung dalam tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin Corona Virus Disease 2019 [Covid-19], Indonesia Technical Advisory Group on Immunization [ITAGI], serta asosiasi klinisi terkait,” kata Kepala BPOM, Penny K. Lukito dalam keterangan resmi yang dikeluarkan Selasa (7/9/2021).

Berikut ini 5 fakta vaksin CanSino yang telah medapat EUA dari BPOM yang dikutip dari akun Twitter Indonesia Baik @IndonesiaBaik: 

1. Buatan farmasi China

Vaksin Covid-19 CanSino (Ad5-nCoV) atau dengan nama dagang Convidecia merupakan vaksin yang diproduksi oleh farmasi China, yaitu CanSino Biological Inc. Sedangkan vaksin CanSino dikembangkan oleh CanSino Biological Inc dan Beijing Institute of Biotechnology.

Di Indonesia, vaksin ini telah didaftarkan oleh PT Bio Farma sebagai pemegang izin EUA yang akan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan, khasiat, dan mutu vakisn di Indonesia.

Lebih lanjut, vaksin CanSino menggunakan teknologi non-replicating viral vector dengan vector adenovirus (Ad5).

2. Efikasi

Pada hal efikasi vaksin, berdasarkan data interim studi klinik fase 3 pada 28 hari setelah vaksinasi bahwa vaksin CanSino dapat memberikan perlindungan pada semua gejala Covid-19 adalah sebesar 65,3 persen dan untuk perlindungan terhadap kasus Covid-19 berat adalah 90,1 persen.

3. 18 tahun ke atas

Vaksin CanSino baru bisa diberikan untuk usia 18 tahun ke atas dengan pemberian sekali sunyikan atau dosis tunggal sebanyak 0,5 mililiter secara intramuscular. Dengan hanya satu dosis, diharapkan akan mempercepat pelaksanaan vaksin Covid-19 di Indonesia.

4. Penyimpanan

Berbeda dengan vaksin Pfizer dan moderna yang memerlukan ruang penyimpanan yang sangat dingin. Untuk vaksin CanSino hanya perlu disimpan dalam kondisi penyimpanan yang berada pada suhu khusus, yaitu 2-8 derajat Celsius.

5. Efek samping

Efek samping atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) dari pemberian vaksin Convidecia menunjukkan reaksi ringan hingga sedang. Reaksi lokal yang umum terjadi antara lain nyeri, kemerahan, dan pembengkakan.

Adapun, beberapa rekasi efek samping sistemik yang umum terjadi antara lain sakit kepala, rasa lelah, nyeri otot, mengantuk, mual, muntah, demam, dan diare.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper