Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Disiapkan untuk Penerbangan Sipil, Bandara Kabul Kembali Dibuka

Satu Tim teknis telah membuka kembali Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul dengan tujuan untuk menerima bantuan kemanusiaan dan untuk penerbangan sipil.
Foto satelit memperlihatkan kemacetan dan keramaian di dekat Bandara Kabul, Afghanistan, Senin (16/8/2021)/Antara-Reuters
Foto satelit memperlihatkan kemacetan dan keramaian di dekat Bandara Kabul, Afghanistan, Senin (16/8/2021)/Antara-Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Satu Tim teknis telah membuka kembali bandara Kabul dengan tujuan untuk menerima bantuan kemanusiaan dan untuk penerbangan sipil, menurut Kedutaan Besar Qatar untuk Afghanistan

Landasan pacu di bandara telah diperbaiki bekerja sama dengan pihak berwenang di Afghanistan, menurut pihak Kedutaan Besar Qatar seperti dikutip Aljazeera.com, Minggu (5/9/2021).

Sementara itu, Kongres Amerika Serikat diperkirakan akan mendanai pekerjaan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan. Akan tetapi negara itu tidak mungkin untuk secara langsung mendanai pemerintah baru yang dipimpin Taliban, menurut para pejabat AS.

Kini badan dunia itu bersiap untuk membahas bantuan untuk negara yang dilanda perang tersebut. Sekjen PBB Antonio Guterres akan melakukan perjalanan ke Jenewa untuk mengadakan konferensi tingkat tinggi tentang bantuan untuk Afghanistan pada 13 September.

Taliban belum membentuk pemerintahan, tetapi ada laporan bahwa pengumuman mengenai susunan pemerintahan sudah dekat. Sedangkan pertempuran masih berlanjut antara Taliban dan pejuang perlawanan di Lembah Panjshir di utara Kabul. Hal itu meningkatkan kekhawatiran akan lebih banyak warga sipil yang mengungsi.

Lembah Panjshir adalah provinsi terakhir di Afghanistan yang bertahan melawan Taliban. Pertempuran antara pejuang Taliban dan pasukan perlawanan meningkat di provinsi Panjshir untuk menguasai benteng pemberontak terakhir di negara itu.

Penduduk di daerah terdekat provinsi tetangga Parwan mengatakan sudah empat hari kehidupan mereka terganggu oleh pertempuran intensif antara Taliban dan pasukan yang dipimpin oleh Ahmad Massoud, putra komandan yang terbunuh, Ahmad Shah Massoud.

Para pemimpin Taliban mengatakan upaya untuk melakukkan negosiasi dengan kelompok bersenjata itu telah gagal ketika kelompok itu bersiap untuk mengumumkan pembentukan pemerintahan baru beberapa minggu setelah mereka merebut kekuasaan di Kabul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Azizah Nur Alfi
Sumber : Aljazeera.com
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper