Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aplikasi eHAC Lama Dihapus, Bagaimana Nasib Data Para Pengguna?

Aplikasi eHAC mitra yang sebelumnya diduga mengalami kebocoran data akan dimusnahkan.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 01 September 2021  |  16:47 WIB
Aplikasi eHAC Lama Dihapus, Bagaimana Nasib Data Para Pengguna?
Seorang pengguna eHAC di Kota Bekasi, Jawa Barat, memperlihatkan aplikasi lama yang sudah tidak berfungsi, Selasa (31/8/2021). ANTARA - Andi Firdaus

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Anas Ma’ruf mengungkapkan data masyarakat yang ada di sistem Indonesia electronic Health Alert Card (eHAC) versi lama akan diintegrasikan ke aplikasi PeduliLindungi.

“Kami dari awal menjadikan PeduliLindungi sebagi platform tunggal penganggulangan pandemi Covid-19. Terkait dengan sistem dan data-data itu akan diintegrasikan ke sana [PeduliLindungi,” ujarnya lewat konferensi pers virtual, Rabu (1/9/2021).

Sebelumnya, Kemenkes meminta masyarakat untuk mendownload aplikasi PeduliLindungi dan memanfaatkan fitur e-HAC yang ada di dalamnya, serta menghapus aplikasi e-HAC yang lama.

Lebih lanjut, Anas menjelaskan data di aplikasi eHAC merupakan bagian terkait untuk pengawasan lalu lintas perjalanan orang baik di dalam negeri, maupun luar negeri, dan antarwilayah.

Oleh karena itu, eHAC menjadi penting dan ini merupakan amanat undang-undang yang merupakan kewaspadaan sehingga data-data lama yang tersimpan dalam aplikasi mitra tidak akan dihapus oleh Pemerintah.

Dia melanjutkan, dengan adanya PeduliLindungi merupakan momentum untuk mengalihkan data tersebut agar data masyarakat lebih terjaga keamanannya.

“Terkait dengan Data-data yang lama saat ini tersimpan dan terpisah di Kementerian Kesehatan untuk nantinya diintegrasikan [ke PeduliLindungi] demi melakukan upaya-upaya yang terintegrasi untuk penanggulangan Covid-19,” tuturnya.

Direktur Proteksi Ekonomi Digital Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Anton Setiawan melanjutkan untuk aplikasi eHAC mitra yang sebelumnya mendapatkan dugaan kebocoran data akan dimusnahkan.

“Ketika bicara sistem, aplikasi eHAC sudah tidak digunakan tentunya sistem ini akan dimusnahkan, tetapi data pengendalian dan pengawasan tetap digunakan serta nanti diintegrasikan. Itu juga datanya ada di Kemenkes,” jelasnya.

Anton menyatakan 1,3 data masyarakat yang ada di sistem Indonesia electronic Health Alert Card (eHAC) tidak mengalami kebocoran.

Saat ini, dia melanjutkan bahwa BSSN tengah melakukan Information and Technology Security Assestment (ITSA) dan memberikan masukan terkait dengan penerapan keamanan di dalam sistem elektronik untuk data eHAC.

Untuk diketahui, ITSA adalah proses penilaian keamanan pada suatu sistem elektronik platform atau aplikasi untuk mencari kerentanan atau kerawanan yang mungkin timbul dan dapat digunakan oleh pihak lain dalam mengeksploitasi platform tersebut.

Aspek yang dinilai dimulai dari kode sumber, implementasi sistem, penerapan keamanan, dan mitigasi risiko.

Dia mengatakan hasil dari ITSA tersebut adalah rekomendasi yang mereka berikan untuk perkuatan keamanan PeduliLindungi yang sekarang digunakan bersama-sama dengan fitur eHac.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes data penduduk badan siber dan sandi nasional (BSSN) eHAC
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top