Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Refocusing Anggaran Kemendikbudristek, Nadiem Kurangi Anggaran Honor, Rapat dan Perjalanan Dinas

Program Guru Penggerak sasarannya turun dari 36.769 menjadi 29.269 orang, dengan anggaran turun dari Rp689,68 miliar ke Rp55185 miliar.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 23 Agustus 2021  |  11:03 WIB
Refocusing Anggaran Kemendikbudristek, Nadiem Kurangi Anggaran Honor, Rapat dan Perjalanan Dinas
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, Rabu (10/3/2021). - Twitter @Kemdikbud_RI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek Nadiem Makarim mengatakan, pihaknya telah melakukan 4 tahap realokasi dan refocusing anggaran pada tahun 2021.

Hal itu dilakukan mengingat terdapat lonjakan kasus Virus Corona (Covid-19) yang terjadi di Indonesia saat ini, sehingga dibutuhkan tambahan anggaran untuk penanganan kesehatan dan perlindungan sosial.

Nadiem mengatakan, refocusing APBN tersebut memberi dampak pada pengurangan honor, anggaran rapat, perjalan dinas, serta sasaran kegiatan. Tapi, tidak berdampak pada pembiayaan pendidikan yang sangat diperlukan di masa pandemi.

“Program prioritas kita harus dilindungi sebesar mungkin dilindungi. Berdampak memang tapi tidak signifikan,” ujarnya saat Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Kemendikbudristek, Senin (23/8/2021).

Nadiem mencontohkan, Program Guru Penggerak sasarannya turun dari 36.769 menjadi 29.269 orang, dengan anggaran turun dari Rp689,68 miliar ke Rp55185 miliar.

“Pendamping Guru Sekolah Penggerak sasarannya turun dari 61.000 menjadi 23.145 orang, dengan anggaran turun dari Rp389,3 miliar menjadi Rp247, 7 miliar,” ujarnya.

Nadiem mengatakan, refocusing anggaran tahap 1 Kemendikbudristek menerima tambahan anggaran Rp2,62 triliun untuk kuota belajar. Tapi, harus menanggung Rp500 miliar danBagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA-BUN) sebesar Rp2,02 triliun.

“Efisiensi dari belanja barang, meeting, honor, perjalanan dinas dan lain-lain,” ucap Nadiem.

Untuk tahap II, Kemendikbudristek harus refocusing Rp271,58 miliar. Sektor refocusingnya dari belanja THR dan gaji ke-13.

Untuk tahap III, Kemendikbudristek refocusing Rp2,157 triliun. Nadiem menyebut me-refocusing dana belanja barang dan dan belanja modal.

Untuk tahap IV, total refocusing sebesar Rp1,181 triliun. Sumbernya dari belanja barang, belanja pegawai, belanja modal yang berpotensi sisa.

“Ini adalah jumlah yang cukup signifikan. Poin kedua, mayoritas dari penghematan yang kita lakukan itu terjadi karena aktivitas SDM kita. Ini benar-benar drastis. Saya harus, dan pegawai kementerian memberikan pengorbanan yang luar biasa,” ujar Nadiem.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Nadiem Makarim pandemi corona Kemendikbudristek
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top