Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menlu Retno Ingatkan Bahaya Kebijakan Diskriminatif Soal Vaksin

Menlu Retno mendorong perlunya penyusunan mekanisme dose-sharing untuk mempercepat vaksinasi di negara-negara Asean.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 02 Agustus 2021  |  16:17 WIB
Menteri Luar Negerti Retno LP Marsudi usai menerima 3,8 juta vaksin jadi AstraZeneca di Bandara Soekarno Hatta, Senin (26/4/2021).  - Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris\r\n\r\n
Menteri Luar Negerti Retno LP Marsudi usai menerima 3,8 juta vaksin jadi AstraZeneca di Bandara Soekarno Hatta, Senin (26/4/2021). - Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengingatkan bahaya kebijakan yang diskriminatif terhadap vaksin jenis tertentu sebagai syarat perjalanan.

Menlu Retno mengatakan pengakuan terhadap vaksin hendaknya selalu menggunakan referensi yang diberikan oleh WHO.

"Indonesia mengingatkan bahayanya kebijakan diskriminasi terhadap jenis vaksin yang digunakan oleh negara dunia sebagai syarat dalam perjalanan," katanya dalam konferensi pers usai Pertemuan Menteri Luar Negeri Asean pada Senin (2/8/2021).

Seperti diketahui, saat ini jenis vaksin yang sudah mendapat rekomendasi resmi dari WHo di antaranya adalah Pfizer/BioNTech, AstraZeneca/Oxford COVID-19 yang diproduksi AstraZeneca-SKBio (Korea Selatan dan Serum Institute of India, Ad26.COV2.S yang dikembangkan oleh Johnson & Johnson.

Selain itu, vaksin Sinopharm yang diproduksi oleh Beijing Bio-Institute of Biological Products Co Ltd dan Sinovac-CoronaVac yang diproduksi Sinovac/China National Pharmaceutical Group.

Dalam pertemuan tersebut, Menlu Retno juga mendorong perlunya penyusunan mekanisme dose-sharing untuk mempercepat vaksinasi di negara-negara Asean.

Saat ini Indonesia telah memberikan kontribusi kepada Covid-19 ASEAN Response Fund.

Agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas implementasi 5 Poin Konsensus terkait Myanmar yang masih jalan di tempat. Indonesia mendorong penunjukan utusan khusus yang dapat memediasi antara pihak junta militer dan pro demokrasi.

Saat ini Menlu Retno sedang berada di Washington DC untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu AS Antony Blinken.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Vaksin retno marsudi Covid-19
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top