Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Situs Resmi Setkab Diretas, Roy Suryo Sentil BSSN dan Kominfo

Peretasan situs Setkab dinilai dapat menimbulkan kerugian terhadap Pemerintah Pusat karena telah merusak citra institusi negara.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 01 Agustus 2021  |  14:27 WIB
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo (dua dari kanan) ketika diwawancarai awak media usai diperiksa terkait unggahan artis Lucky Alamsyah soal kasus tabrak lari di Polda Metro Jaya, Rabu (2/6/2021). - Antara
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo (dua dari kanan) ketika diwawancarai awak media usai diperiksa terkait unggahan artis Lucky Alamsyah soal kasus tabrak lari di Polda Metro Jaya, Rabu (2/6/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Praktisi Telematika Roy Suryo sentil kinerja Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang tidak bisa mencegah peretasan terhadap sejumlah situs resmi Pemerintah dan situs resmi Sekretariat Kabinet RI yang diretas. 

Peretasan kedua kalinya situs Setkab RI tersebut terjadi pada hari Sabtu 31 Juli 2021 sekitar pukul 09.00 WIB. Pertama kali situs itu diretas peretas asal China pada tanggal 25 Desember 2015 lalu.

Menurut Roy, pembobolan situs Setkab tersebut dapat menimbulkan kerugian terhadap Pemerintah Pusat karena telah merusak citra institusi negara. Padahal, kata Roy, anggaran untuk pembuatan situs resmi itu tidak sedikit, namun tetap bisa diretas.

"Kita tahu anggaran pembuatan situs ini tidaklah sedikit. Sudah seharusnya firewall yang dipakai itu harus diupdate sehingga tidak mudah dideface begitu saja," kata Roy dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (1/8/2021). 

Roy juga mengatakan insiden peretasan ribuan data nasabah dari kasus BPJS Kesehatan, BRI Life dan instansi terkait lainnya sudah seharusnya jadi pelajaran bagi Pemerintah, terutama BSSN dan Kementerian Komunikasi dan Informasi agar lebih waspada terhadap serangan siber.

"Tentunya kinerja instansi terkait pantas untuk dipertanyakan. Kominfo dan BSSN harus segera bertindak," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, situs Setkab RI diretas pada hari Sabtu 31 Juli 2021 sekitar pukul 09.00 WIB. Peretas dengan nama sandi Zyy ft Lutfifake Padang Blackheat telah melakukan deface atau merubah tampilan utama situs resmi milik negara tersebut.

Alih-alih menampilkan laman resminya, setkab.go.id justru menampilkan foto seorang demonstran yang tengah memegang Bendera Merah Putih. Foto itu diketahui berasal dari aksi demonstrasi di Gedung DPR pada 2019 silam.

Demonstran yang terfoto adalah seorang siswa Sekolah Menengah Atas yang nampak memegang bendera Merah Putih di tengah lontaran gas air mata. Tak ada opsi untuk memilih laman lain dalam tampilan web Setkab yang diretas.

Di bawah foto, tertulis bahwa ia diretas oleh Zyy Ft Lutfifake. Peretas menuliskan narasi bahwa kekacauan tengah terjadi dan Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Dia merujuk pada kebijakan pemerintah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dan mengharuskan warga tinggal di rumah. Dia menyebut masyarakat stres dan depresi akibat hal ini.

"Penguasa menikmati dunianya sendiri dengan gaji yang mengalir setiap hari. Di mana keadilan di negara ini?" tulis peretas itu.

Peretas juga menyebut Sila Pertama Ketuhanan yang Maha Esa, namun sila 2 hingga 5 tak ada perubahan. Berikut pernyataan lengkap peretas dalam situs Sekretariat Kabinet di setkab.go.id.

"Kekacauan Dimana-mana, Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja. Rakyat Harus Dirumah Tanpa Ada Dispensasi Dan Kompensasi Apapun Yang Membuat Rakyat Indonesia Merasa Stress Dan Depresi. Penguasa menikmati Dunia nya sendiri Dengan Gaji Yang Mengalir Tiap Hari. Dimana Keadilan Di Negara Ini. Pancasila."

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hacker roy suryo kominfo sekretariat kabinet badan siber dan sandi nasional (BSSN)
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top