Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Jamin Bantuan Beras Selama PPKM Darurat Tak Ganggu Stok Pangan

Menurut Presiden Joko Widodo, stok beras saat ini dalam posisi aman kendati pemerintah melanjutkan program bantuan beras 10 kilogram di tengah PPKM Darurat.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 22 Juli 2021  |  07:54 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait polemik impor beras melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden  -  Youtube
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait polemik impor beras melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo memastikan bantuan beras yang dikucurkan pemerintah selama pelaksanaan PPKM Darurat tidak akan mengurangi stok pangan nasional.

Kepastian tersebut diutarakan Jokowi usai meninjau langsung ketersediaan stok beras di Gudang Bulog Jakarta Utara, Rabu (21/7/2021) hari ini.

"Saya juga mengecek, mengontrol kesiapan dari bantuan beras yang diberikan kepada masyarakat. Dan saya senang, karena ternyata ini [proses penyaluran bantuan] sudah berjalan sejak hari Jumat yang lalu," kata Jokowi lewat siaran pers sekretariat kabinet, Rabu (21/7).

Selama PPKM Darurat kali ini, bantuan beras yang akan diberikan pemerintah adalah 10 kilogram per paket. 

Presiden Jokowi optimistis bantuan beras bisa melengkapi kebutuhan masyarakat di tengah serba peliknya situasi perekonomian akibat PPKM Darurat. Apalagi, sebelumnya pemerintah juga telah menganggarkan berbagai program jaminan sosial lain.

"Kami harapkan dengan bantuan beras ini, bisa membantu rakyat karena kita dalam penerapan PPKM. Selain beras ini, kan juga sudah ada subsidi listrik, bantuan sosial tunai, kemudian BLT [Bantuan Langsung Tunai] Desa, kemudian juga subsidi untuk internet dan PKH [Program Keluarga Harapan]," imbuhnya.

Berdasarkan laporan per hari ini, Jokowi menyebut bahwa sisa beras yang masih tersimpan di gudang Bulog berkisar 1,37 juta ton. Jumlah ini dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Pelaksanaan PPKM Darurat, yang sebelumnya ditetapkan selama dua pekan, telah resmi diperpanjang pemerintah pada Selasa (20/7) kemarin. Kebijakan ini diperpanjang sampai Minggu (25/7/2021) depan, dan tindak lanjut berikutnya bakal disesuaikan dengan perkembangan kasus harian Covid-19.

Terhitung hingga Selasa (20/7/2021) kemarin, jumlah kasus kumulatif Covid-19 di Indonesia telah menyentuh 2.950.058 kasus. Sebanyak 550.192 di antaranya masih berstatus kasus aktif, dan 76.200 kasus lain berujung korban meninggal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Beras Bulog PPKM Darurat
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top