Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Begini Laporan Terbaru Menkes kepada Jokowi soal Penanganan Covid-19

Hal itu disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin kepada Presiden Joko Widodo dan jajaran Kabinet Indonesia Maju dalam rapat terbatas, Jumat (16/7/2021).
Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas, Senin (10/05/2021), di Jakarta - Humas Setkab/Rahmat
Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas, Senin (10/05/2021), di Jakarta - Humas Setkab/Rahmat

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sejumlah poin terkait perkembangan terbaru penanganan Covid-19 di dalam negeri kepada Presiden Joko Widodo dan jajaran Kabinet Indonesia Maju dalam rapat terbatas, Jumat (16/7/2021).

"Pada ratas hari ini kami meng-update kondisi pandemi Covid-19 dan analisa kami ke provinsi-provinsi di Indonesia yang sudah ada varian Deltanya. Mengenai tindak lanjutnya nanti nanti akan dibawakan khusus oleh Bapak Menkomarinves dan Menko Perekonomian," ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan langsung Youtube Setpres.

Mantan Wakil Menteri BUMN ini juga menyampaikan perkembangan terbaru mengenai program vaksinasi. Menurutnya, stok yang ada saat ini mencapai 75 juta dosis yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia.

"Alhamdulillah sampai pagi ini sudah di suntikan 56 juta dosis untuk 40 juta yang suntik pertama. Ya, Sisanya suntik kedua," ujarnya.

Menkes juga menginfokan perkembangan soal tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19 yang tersedia di Jakarta yakni sebanyak 1.000 tempat tidur di Wisma Haji dan terdiri dari sekitar 900 tempat tidur biasa dan 100 tempat tidur khusus dengan bekerja sama dengan Rumah Sakit Pertamina.

"Kami juga update ada tambahan sekitar 300 tempat tidur di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, juga kami update ada tambahan antara 300-500 tempat tidur lagi yang dilakukan oleh Rumah Sakit Pertamina di Jakarta. Jadi total mungkin ada persediaan hampir 2.000 tempat tidur tambahan yang sedang dipersiapkan untuk pasien dengan kategori sedang," ungkapnya.

Pihaknya juga memberikan kabar terbaru terkait pasokan Oksigen. Menurutnya, kebutuhan oksigen mengalami peningkatan sangat pesat dari sebelumnya 400 ton per hari menjadi hampir 2.000 ton per hari saat ini.

"Yang terakhir mengenai obat kita juga sudah mengidentifikasi bahwa untuk obat-obat yang ada pabriknya di dalam negeri relatif masih terkontrol suplainya. Kami menyadari bahwa ada obat-obatan impor yang memang secara global supply-nya juga sangat ketat," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper