Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peran Umat Muslim dalam Menjaga Alam dari Krisis

Fachruddin mengatakan dirinya tak hanya sekadar membicarakan aktivisme dalam memerangi krisis iklim dalam buku tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Juni 2021  |  08:45 WIB
Foto aerial kondisi lokasi bencana longsor di Desa Banaran, Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (5/4). - Antara/Apriliandri
Foto aerial kondisi lokasi bencana longsor di Desa Banaran, Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (5/4). - Antara/Apriliandri

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Pusat Pengkajian Fachruddin M. Mangunjaya dalam peluncuran bukunya "Generasi Terakhir" mengingatkan peran umat Muslim sebagai khilafah dalam menjaga alam dari krisis.

Fachruddin mengatakan dirinya tak hanya sekadar membicarakan aktivisme dalam memerangi krisis iklim dalam buku tersebut.

"Bukan hanya mengenai aktivisme dan upaya, tapi menjembatani sains dan Islam yang dikembangkan dari zaman Ibnu Sina," kata Fachruddin dikutip dari Antara.

Dia mengatakan adanya krisis iklim yang diakibatkan manusia juga membuat simbol umat Islam seperti masjid terancam keberadaannya. Misalnya masjid-masjid yang berada di pinggiran pantai dan berjarak dekat bibir pantai, kini air laut menjadi pasang dan bangunannya tidak dapat terpakai lagi.

"Banyak masjid tenggelam," kata dia.

Selain itu, krisis iklim juga membuat spesies flora dan fauna pupus dan menimbulkan ketidakseimbangan ekosistem seperti di Uzbekistan, dimana laut menyusut.

Kemudian negara-negara dengan populasi Islam yang besar seperti Maladewa yang menerapkan kebijakan syariat Islam, namun membuat hampir seluruh wilayahnya tenggelam berada satu kilometer di atas permukaan laut dan mengancam umat Islam.

Oleh karenanya Fachruddin menegaskan dalam buku tersebut sebagai manusia yang menjadi khilafah dan hidup di Indonesia dengan kekayaan alamnya, hendaklah menjaga keseimbangan ekosistem alam.

Sementara itu Cendekiawan Muslim Azyumardi Azra menanggapi bukan hanya "global warming," tapi kerusakan ekosistem jadi tantangan besar dunia Islam.

"Ini tantangan ke depan gimana mengaktulaisasikan praktik keislaman dalam lingkungan sehari-hari," ujar dia.

Menurut dia tantangan saat ini di Indonesia sebagai negara dengan populasi Islam besar, namun Islamisasi dalam perilaku menjaga lingkungan belum terlihat.

Hal itu diakuinya tidak mudah karena masih terkait dengan kemiskinan, faktor padat penduduk dan urbanisasi kota besar.

Sehingga perlu adanya upaya konkrit mengimplementasikan nilai Islam dalam menjaga lingkungan dan mencegah krisis iklim.

"Jadi masalah kita terkait tidak adanya kesadaran mengimplementasikan ajaran Islam tentang lingkungan," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut Imam Besar Masjid Istiqlal Nazaruddin Umar menanggapi bahwa buku tersebut menyadarkan manusia agar lebih sadar akan masalah besar yang sedang dihadapi yakni krisis iklim.

"Quran telah menegaskan tampak kerusakan di muka bumi adalah ulah tangan manusia. Apa yang salah manakala terjadi kerusakan bumi, pastilah kita menjadi faktor," kata dia.

Oleh karenanya, Nazaruddin mengimbau agar setiap umat muslim sebagai khalifah belajar dari sifat Allah yang memelihara alam, dan kembali mempelajari Quran dan Fiqih di mana ada ajaran mengenai memelihara alam dan memperbaiki estimologi keilmuan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

muslim bencana alam

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top