Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dikunjungi DPP PKS, Begini Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah

Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengatakan agenda silaturahim ke PP Muhammadiyah di antaranya bertujuan mengenalkan kepengurusan baru DPP PKS masa bakti 2020-2025.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Juni 2021  |  19:23 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir. - Antara
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan pesan khusus kepada DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berkunjung ke kantor organisasi massa Islam nasional tersebut, di Yogyakarta, Selasa (8/6/2021).

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berharap Partai Keadilan Sejahtera dan seluruh elite politik menjadikan Pancasila sebagai political behaviour atau perilaku politik.

"Menjadi pola perilaku politik yang didasarkan pada nilai ketuhanan yang maha esa, nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, nilai persatuan Indonesia, nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Haedar saat menerima kunjungan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa.

Hadir dalam pertemuan tersebut Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Sekjen DPP PKS Habib Aboe Bakar Al Habsyi, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, serta sejumlah pengurus DPP PKS lain.

Haedar menegaskan pentingnya Pancasila sebagai rujukan bangsa termasuk di dalam berpolitik sehingga Pancasila tidak berhenti pada lisan, tulisan, dan retorika.

Dalam konteks kehidupan kebangsaan maupun politik yang menjadi arena partai politik, menurut dia, PP Muhammadiyah meminta agar semua pihak mampu berdiri tegak di atas konstitusi.

Dia menilai kondisi kehidupan kebangsaan di Tanah Air masih dalam koridor demokrasi dan konstitusi, namun di sisi lain menghadapi sejumlah masalah dalam kehidupan berdemokrasi seperti politik yang transaksional, politik yang cenderung oligarki, politik yang sampai batas tertentu oportunistik, dan niretika.

Pertemuan yang berlangsung 1,5 jam itu membahas berbagai persoalan kebangsaan dan keumatan, serta mendiskusikan bagaimana Indonesia ke depan, di mana bangsa ini banyak tantangan dari dalam dan luar.

Sementara itu, Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengatakan agenda silaturahim ke PP Muhammadiyah di antaranya bertujuan mengenalkan kepengurusan baru DPP PKS masa bakti 2020-2025.

"Selain kepengurusan yang baru, kami ingin memperkenalkan lambang, mars, dan hymne PKS, sebagai ikhtiar penyegaran agar PKS tampak lebih fresh, friendly, dan inklusif," kata Syaikhu.

Syaikhu menyebut jalan politik PKS adalah silaturahim. Semangatnya adalah mengampanyekan narasi persatuan dan persaudaraan dalam situasi masyarakat yang semakin terbelah dan sikap elite yang semakin terfragmentasi.

"Para pemimpin di negeri ini harus sama-sama mengedepankan politik kebangsaan. Politik yang membawa narasi persatuan dan persaudaraan bukan malah menyulut api kemarahan dan rasa kecewa di hati masyarakat," ujar Syaikhu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pks muhammadiyah

Sumber : Antara

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top