Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksin Covid-19 Mengandung Magnet? Ini Faktanya

Viral di aplikasi pesan bahwa bekas vaksin Covid-19 mengandung magnet.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 28 Mei 2021  |  19:41 WIB
Petugas menunjukkan vaksin Covid-19 tersegel dalam botol kecil yang akan diinjeksikan ke tennaga medis di RSUD dr. Iskak, Tulungagung, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (4/2/2021). - Antara
Petugas menunjukkan vaksin Covid-19 tersegel dalam botol kecil yang akan diinjeksikan ke tennaga medis di RSUD dr. Iskak, Tulungagung, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (4/2/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kabar bahwa vaksin Covid-19 mengandung magnet bermula dari sebuah unggahan video amatir yang viral di Twitter dan Facebook. Dalam video tersebut, tampak seorang laki-laki berseragam Kostrad menyebut ada medan magnet di bekas suntikan Covid-19.

Adegan dalam video tersebut disusul dengan usaha menempelkan uang logam pecahan Rp1.000 ke kulit di sekitar area suntikan.

"Kita tidak tahu apa maksud dan tujuannya ini, semoga kita selalu sehat walafiat," kata pemeran dalam video amatir tersebut.

Atas beredarnya video tersebut, Kemenkes lantas menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Juru bicara vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi kembali mengimbau bahwa informasi yang menyebut vaksin Covid-19 mengandung medan magnet merupakan hoaks atau kabar bohong.

Kata Siti, bahan yang terkandung dalam vaksin Covid-19 langsung menyebar ke seluruh jaringan tanpa menyisakan cairan di titik injeksi setelah disuntikkan. Sehingga, mustahil ada zat tersisa yang bisa menyebabkan logam menempel di kulit. 

"Vaksin itu mengandung bahan aktif dan nonaktif. Bahan aktif berisi antigen dan nonaktif isinya zat untuk menstabilkan agar kualitas vaksin masih bagus ketika disuntikkan. Jumlah cairan yang disuntikkan hanya 0,5 cc dan akan segera menyebar di seluruh jaringan sekitar. Tidak ada cairan yang tersisa di tempat bekas suntikan," kata Siti dalam siaran pers kepada wartawan, Kamis (27/5/2021) petang.

Jikapun benar ada logam bisa menempel di kulit, Siti menduga hal itu lebih condong disebabkan kondisi kulit sedang lembab. Lagipula, masih menurutnya, uang logam terbuat dari nikel dan bukan logam biasa yang mengandung magnet.

"Pecahan uang logam 1.000 rupiah terbuat dari bahan nikel, dan nikel bukan logam yang bisa menempel karena daya magnet," sambungnya.

Mereka juga mengimbau masyarakat tidak panik dan selalu mengedepankan budaya 5M. Di antaranya adalah mengenakan masker, mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak aman, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top