Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasukan Israel Serang Puluhan Pengunjuk Rasa di Yerusalem

Israel ingin mengusir warga Palestina dari wilayah Sheikh Jarrah dan menyerahkannya ke pemukim ilegal Yahudi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Mei 2021  |  11:32 WIB
Warga Palestina berjalan di lapangan tempat Mesjid Al-Aqsa berdiri, yang dikenal oleh Muslim sebagai Noble Sanctuary dan untuk Yahudi sebagai Temple Mount di Kota Tua Yerusalem, Jumat (21/5/2021)./Antara - Reuters/Ammar Awad
Warga Palestina berjalan di lapangan tempat Mesjid Al-Aqsa berdiri, yang dikenal oleh Muslim sebagai Noble Sanctuary dan untuk Yahudi sebagai Temple Mount di Kota Tua Yerusalem, Jumat (21/5/2021)./Antara - Reuters/Ammar Awad

Bisnis.com, YERUSALEM - Tindakan kekerasan dilakukan pasukan pendudukan Israel di Yerusalem.

Pasukan pendudukan Israel tersebut menyerang puluhan pengunjuk rasa yang berdemonstrasi di pintu masuk ke wilayah Sheikh Jarrah, Yerusalem. Di antara pengunjuk rasa terdapat aktivis solidaritas internasional.

Mereka menuntut diakhirinya penguncian yang dilakukan Israel di Sheikh Jarrah.

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan yang menuntut otoritas pendudukan mencabut penguncian yang diberlakukan dua minggu lalu di Sheikh Jarrah.

Sheikh Jarrah adalah lokasi warga Palestina menghadapi ancaman pengusiran oleh Israel.

Warga Palestina lokal tidak dapat bergerak bebas keluar-masuk Sheikh Jarrah selama dua minggu terakhir. Polisi Israel hanya mengizinkan pemukim Israel untuk masuk atau meninggalkan wilayah tersebut.

Maret lalu, otoritas Palestina mendesak komunitas internasional mencegah Israel menggusur dan menghancurkan secara paksa rumah-rumah keluarga Palestina di Sheikh Jarrah.

"Kebijakan Israel tentang pemindahan paksa, penggusuran rumah, dan pembongkaran rumah adalah alat yang digunakan untuk mendorong warga Palestina keluar dari ibu kota mereka," kata Kantor Gubernur Yerusalem dalam pernyataannya.

Mereka menuding Israel melakukan kejahatan perang.

"Kebijakan semacam itu terhadap penduduk di wilayah yang diduduki Israel tidak lain adalah Kejahatan Perang di bawah hukum internasional, sehingga komunitas internasional harus mengakui tragedi itu."

Sebelumnya dilaporkan otoritas pendudukan Israel menahan sembilan warga Palestina berusia muda di Yerusalem Timur.

Ilustrasi - Seorang pengunjung melintas di depan Dome of Rock (Kubah Batu), kompleks Masjid Al Aqsa, Kota Tua Yerusalem, Minggu (31/5/2020). /Antara/Reuters-Ammar Awad

Menurut saksi mata, kesembilan warga Palestina tersebut ditahan saat mereka berada di rumah dan di jalan-jalan.

Saksi mata mengatakan kepada WAFA bahwa Israel menahan satu orang dari sebuah rumah di lingkungan Isawiyya dan empat orang dari kota tua Yerusalem. Sebelumnya pasukan Israel menggerebek dan menggeledah rumah.

Empat orang lagi ditahan di dekat Masjid Al-Aqsa.

Israel telah menahan puluhan warga Palestina di Yerusalem Timur dalam upaya menindak protes terhadap kebijakan Israel di kota yang diduduki, terutama Masjid Al-Aqsa.

Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga bagi Islam. Israel ingin mengusir warga Palestina dari wilayah Sheikh Jarrah dan menyerahkannya ke pemukim ilegal Yahudi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palestina israel Yerusalem

Sumber : Antara/WAFA

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top