Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Positif Covid-19 di Griya Melati Bogor Meningkat jadi 46

Tim gabungan yang bertugas harus melakukan pengawasan pembatasan aktivitas warga perumahan dan menutup akses komplek, serta melakukan desinfeksi rumah dan lingkungan secara rutin.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Mei 2021  |  14:59 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno di Perumahan Griya Melati Kota Bogor/Antara/HO - Pemkot Bogor\r\n\r\n
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno di Perumahan Griya Melati Kota Bogor/Antara/HO - Pemkot Bogor\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, BOGOR - Jumlah warga Perumahan Griya Melati Bubulak Kota Bogor yang dinyatakan positif Covid-19 meningkat.

Dari jumlah semula 37 orang, kini warga Perumahan Griya Melati Bubulak Kota Bogor yang dinyatakan positif Covid-19 bertambah menjadi 46 orang.

Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor pun telah menerbitkan surat perintah karantina dan isolasi di pusat isolasi Covid-19.

Surat perintah dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor itu berdasarkan hasil penyelidikan Dinkes Kota Bogor dan rekomendasi tim Surveilance Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hal itu dimaksudkan untuk mencegah penyebaran COVID-19 dan upaya deteksi penyebaran varian baru virus COVID-19.

"Dari tracing lanjutan terhadap warga perumahan, sebanyak 13 orang warga menjalani tes swab PCR. Hasilnya, sembilan orang terkonfirmasi positif. Dengan adanya penambahan, sembilan kasus tersebut sehingga seluruhnya menjadi 46 kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno, Minggu (23/5/2021).

Menurut Retno temuan penambahan kasus ini sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu perlu dilakukan langkah-langkah penanganan untuk segera memutus rantai penularan dan mencegah penularan yang lebih luas lagi.

Dinas Kesehatan Kota Bogor menyatakan seluruh penderita kasus positif harus isolasi di Pusat isolasi Covid-19 di Gedung Pusdiklat BPKP di Ciawi Kabupaten Bogor. Sedangkan kasus positif yang memiliki komorbid harus dirawat di rumah sakit.

Kemudian, semua kontak erat harus menjalani karantina minimal lima hari dan dilakukan tes swab antigen dan PCR.

Satgas Penanganan Covid-19 melalui tim gabungan yang bertugas juga harus melakukan pengawasan pembatasan aktivitas warga perumahan dan menutup akses komplek, serta desinfeksi rumah dan lingkungan secara rutin.

"Semua kontak erat wajib karantina lima hari dan tidak aktivitas dulu di luar rumah. Kita lakukan swab antigen hari pertama dan hari kelima untuk memastikan benar-benar negatif baru boleh aktivitas," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perumahan kota bogor Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top