Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Minta Masyarakat Internasional Lindungi Warga Palestina

Indonesia menyerukan masyarakat internasional termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melindungi masyarakat Palestina termasuk perempuan dan anak-anak dari agresi Israel.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Mei 2021  |  02:45 WIB
Anak-anak Palestina, yang meninggalkan rumah mereka untuk menghindari serangan udara dan artileri Israel, melihat melalui jendela sekolah yang dikelola PBB dimana mereka mengungsi di Kota Gaza, Selasa (18/5/2021)./Antara - Reuters
Anak-anak Palestina, yang meninggalkan rumah mereka untuk menghindari serangan udara dan artileri Israel, melihat melalui jendela sekolah yang dikelola PBB dimana mereka mengungsi di Kota Gaza, Selasa (18/5/2021)./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyoroti pentingnya peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan rakyat Palestina di tengah serangan Israel ke Gaza.

Berbicara di hadapan Majelis Umum PBB yang khusus membahas situasi Palestina dan Timur Tengah pada Kamis (20/5/;2021) tengah malam WIB, Menlu Retno menyerukan diakhirinya kekerasan dan gencatan senjata segera untuk menyelamatkan nyawa orang-orang tidak bersalah termasuk perempuan dan anak-anak.

“Hentikan kekerasan dan aksi militer untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban,” kata Retno dalam pertemuan yang berlangsung di Markas Besar PBB New York sebagaimana dilansir laman resmi PBB.

Untuk memastikan gencatan senjata yang dapat bertahan lama, Indonesia menuntut Majelis Umum untuk menyerukan pembentukan kehadiran internasional di Al-Quds atau Yerusalem, yang akan memantau dan memastikan keselamatan rakyat Palestina di wilayah pendudukan, serta untuk melindungi status kompleks Al-Haram Al-Sharif yang merupakan tempat suci bagi tiga agama.

Kemudian, Menlu juga meminta Majelis Umum bersama badan PBB lainnya untuk mendesak Israel agar membuka dan mengizinkan akses bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina, termasuk ke Gaza yang dalam 10 hari terakhir menjadi sasaran serangan.

“Tanggung jawab utama kita adalah menyelamatkan nyawa. Setiap menit yang kita habiskan di sini untuk berunding bisa berarti hilangnya nyawa warga Palestina lainnya," kata Retno.

Indonesia juga berharap PBB mengupayakan negosiasi multilateral yang kredibel untuk memajukan perdamaian yang adil dan komprehensif berdasarkan solusi dua negara dan parameter yang disepakati secara internasional.

Menlu Retno mengajak komunitas internasional untuk menghentikan upaya sistematis dari negara penjajah yang tidak menyisakan apa pun untuk dinegosiasikan. “Kita tidak boleh membiarkan bangsa Palestina kehilangan pilihannya dan menerima ketidakadilan sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, ketidakadilan ini harus kita hentikan sekarang.”

Menyebut penjajahan sebagai masalah utama dalam konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina, Menlu menegaskan komitmennya untuk bersatu dalam upaya melawan semua tindakan ilegal Israel.

“Masyarakat internasional berutang kepada bangsa Palestina sebuah negara merdeka Palestina yang telah lama tertunda, untuk hidup berdampingan dan setara dengan kita semua. Pendudukan dan agresi Israel yang terus berlangsung tidak hanya patut dikecam, tetapi juga pelanggaran berat terhadap hukum internasional yang menuntut aksi kita bersama,” paparnya.

Pertempuran antara Israel dan Hamas, faksi Palestina yang mengontrol wilayah Gaza, kembali meletus baru-baru ini.

Hamas melancarkan serangan roket setelah adanya bentrokan antara polisi keamanan Israel dengan jamaah di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, dan menyusul kasus pengadilan oleh pemukim Israel untuk mengusir warga Palestina dari lingkungan di Yerusalem Timur---yang dicaplok Israel.

Permusuhan kali ini adalah yang paling serius antara Hamas dan Israel selama bertahun-tahun, dan berbeda dari konflik Gaza sebelumnya. Hal itu telah memicu aksi kekerasan jalanan antara orang Yahudi dan Arab di kota-kota Israel.

Pejabat kesehatan di Gaza mengatakan 230 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak dan 39 perempuan, telah tewas dan lebih dari 1.700 orang luka-luka akibat pemboman udara dan artileri.

Sementara otoritas Israel melaporkan 12 korban tewas sebagai akibat dari pertempuran itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konflik palestina agresi israel

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top