Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konflik Israel-Palestina Memanas, Mesir Bakal Turun Tangan

Pemerintah Mesir akan mengirimkan perwakilannya untuk berunding dengan Israel dan Hamas untuk membahas perdamaian dan meredakan ketegangan yang terjadi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Mei 2021  |  19:24 WIB
Tentara Israel menembakkan rudal ke jalur Gaza, Yerusalem  -  Twitter
Tentara Israel menembakkan rudal ke jalur Gaza, Yerusalem - Twitter

Bisnis.com, JAKARTA - Bentrokan antara militer Israel dan pasukan Hamas di Jalur Gaza yang kian memanas membuat sejumlah negara berniat turun tangan untuk meredakan ketegangan tersebut.

Mesir bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Amerika Serikat meminta agar Israel dan Hamas menurunkan tensi konfliknya. Terlebih, dalam beberapa hari terakhir Israel terus membombardir Palestina dengan serangan udara. Sementara itu Hamas terus meluncurkan serangan menggunakan roket ke basis pertahanan dan kawasan vital Israel.

Empat puluh delapan warga Palestina dilaporkan tewas di Gaza dan enam orang warga Israel mati sejak konflik itu tiba-tiba meledak Senin (10/5/2021) malam. Pada saat yang sama tiga warga Palestina tewas dalam konfrontasi dengan pasukan keamanan Israel di Tepi Barat.

Dilansir dari Bloomberg, Rabu (12/5/2021), Mesir dikabarkan bakal mengirim delegasinya ke Israel dan Hamas untuk membahas perundingan perdamaian. Negeri Piramida itu disebut bakal mengirim perwakilannya pada hari ini waktu setempat.

Seperti diketahui, Mesir menjadi salah satu negara yang mempelopori dan berhasil meredakan ketegangan Israel-Gaza pada 2014 lalu.  

Selain Mesir, PBBB juga telah menjadwalkan sesi pembahasan mengenai konflik di Timur Tengah tersebut. Sementara itu, Presiden AS Joe Biden juga mengarahkan Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken untuk menghubungi rekan-rekan Israel mereka.

Terpisah sejumlah aksi solidaritas untuk rakyat Palestina yang sedang dibombardir oleh Israel menggema di Eropa. Ribuan orang turun ke jalanan untuk menyeru pemimpin negaranya ikut andil pada pembebasan Palestina.

Akun Twitter Friends of Al Aqsa, sebuah organisasi kemanusiaan yang berbasis di London mengungkapkan apresiasinya atas upaya membela Palestina dan menghentikan penyerangan kepada warga sipil.

“Luar biasa melihat ribuan orang turun untuk protes di London hari ini,” tulisnya pada Rabu (12/5/2021).

“Untuk menambah usaha kalian, hari ini kami melihat jumlah surat yang dikirim kepada anggota parlemen [MPs] menjadi yang tertinggi. Kami sudah mengantongi 30.000. Ya, 30.000 email kalian kepada para MPs dalam waktu kurang dari 12 jam,” lanjutnya.

Tak hanya di Inggris, ribuan pemuda di Turki mengepung Kedutaan Israel di Ankara dan konsulatnya di Istanbul pada Senin (10/5/2021).

Pemerintah Turki yang dipimpin Presiden Tayyip Erdogan telah mengecam keras aksi kekerasan oleh Zionis di Masjid Al-Aqsa dan menyebut Israel sebagai negara teroris. Kepala Cabang Anatolian Youth Association Yunus Genç menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsa di Yerusalem adalah garis merah bagi umat muslim.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palestina hamas israel mesir gaza

Sumber : Bloomberg

Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top