Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 Menggila, Desakan Lockdown Nasional di India Menguat

Total kasus konfirmasi Covid-19 di India menembus 22,66 juta dengan 246.116 kasus kematian pada Senin (10/5/2021).
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 10 Mei 2021  |  21:18 WIB
Sejumlah pasien Covid-19 dirawat di dalam bangsal yang penuh sesak di sebuah rumah sakit di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021)./Antara - Reuters/Danish Siddiqui
Sejumlah pasien Covid-19 dirawat di dalam bangsal yang penuh sesak di sebuah rumah sakit di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021)./Antara - Reuters/Danish Siddiqui

Bisnis.com, JAKARTA - Seruan bagi India untuk memberlakukan penguncian nasional terus meningkat akibat kasus baru konfirmasi virus Corona dan kematian kembali mendekati rekor tertinggi pada hari ini, Senin (10/5/2021). Hal itu menyebabkan adanya peningkatan tekanan pada pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi.

Sebanyak 366.161 infeksi baru dan 3.754 kematian dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan pada hari ini. Akan tetapi angka itu turun sedikit dari puncak baru-baru ini dan menjadikan penghitungan kasus di India menjadi 22,66 juta dengan 246.116 kematian.

Lonjakan pasien Covid-19 menyebabkan banyak rumah sakit bergulat dengan kekurangan oksigen dan tempat tidur yang akut, serta kamar mayat dan krematorium meluap. Para ahli mengatakan angka aktual India bisa jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan.

Tes sebanyak 1,47 juta pada hari Minggu untuk Covid-19 adalah yang terendah bulan ini, menurut data dari Dewan Riset Medis India. Angka tersebut dibandingkan dengan rata-rata harian 1,7 juta selama delapan hari pertama bulan Mei. Akan tetapi, jumlah hasil positif dari tes tersebut tidak segera jelas.

Banyak negara bagian telah memberlakukan penguncian ketat selama sebulan terakhir sementara yang lain membatasi pergerakan dan menutup bioskop, restoran, pub, dan pusat perbelanjaan.

Namun, tekanan kian meningkat kepada PM Modi untuk mengumumkan penguncian nasional seperti yang dia lakukan selama gelombang pertama infeksi tahun lalu.

Dia melawan para pengritik karena mengizinkan pertemuan besar di festival keagamaan dan mengadakan rapat umum politik besar-besaran selama dua bulan terakhir bahkan ketika kasus-kasus melonjak.

"Ini kegagalan pemerintahan paling bersejarah," kata Vipin Narang, seorang profesor ilmu politik di Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat lewat akun Twitter.

Pada Minggu kemarin, penasihat virus Corona Gedung Putih Anthony Fauci mengatakan bahwa dia telah menasihati pihak berwenang India bahwa mereka perlu melakukan penguncian nasional.

Indian Medical Association (IMA) juga menyerukan penguncian yang terencana, menyeluruh dan diminta segera diumumkan terlebih dahulu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india Virus Corona Covid-19

Sumber : ChannelNewsAsia.com

Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top