Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Diminta Lupakan Herd Immunity, Tapi Ambil Langkah Ini

Kekebalan komunal atau herd immunity tidak akan tercapai sehingga Indonesia hanya perlu mengejar angka laju penyebaran Covid-19 sekecil mungkin dengan sejumlah cara.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 05 Mei 2021  |  20:07 WIB
Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus corona Covid-19 secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (Labkesdan) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020)./Antara - Fauzan
Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus corona Covid-19 secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (Labkesdan) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020)./Antara - Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA - Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menyebutkan bahwa vaksinasi tidak akan membuat Indonesia mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.

Hal itu diungkapkannya melalui akun Twitter pribadinya @drpriono1, Rabu (5/5/2021) 18.49 WIB. Menurutnya, kekebalan komunal tidak akan tercapai sehingga Indonesia hanya perlu mengejar angka laju penyebaran Covid-19 sekecil mungkin dengan sejumlah cara.

“Tidak ada Herd Immunity bagi Indonesia! Walaupun semua orang berhasil divaksinasi, itupun tak akan pernah bisa dicapai. Lupakan herd immunity, fokus agar capai R<<1, dengan kombinasi 3M, TLI, Batasi Mobilitas Penduduk & Vaksinasi pada penduduk yg paling berisiko. @BudiGSadikin,” cuitnya.

Seperti diketahui, vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu upaya yang kini dilakukan semua negara terdampak pandemi, termasuk Indonesia.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI menargetkan pada 2022 menjadi tahun yang penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

Oleh karena itu, pemerintah akan menjalankan program vaksinasi Covid-19 secara masif pada tahun ini dan ditargetkan pada Maret 2022 herd immunity akan tercapai.

Hal itu senada dengan target Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang meminta Kementerian Kesehatan dan pihak terkait lainnya untuk menyelesaikan target 181,5 juta rakyat tervaksinasi hingga akhir tahun ini.

Namun, Kepala Negara menegaskan bahwa setelah divaksinasi setiap orang diwajibkan tetap menaati protokol kesehatan. Pasalnya, seseorang tetap berpotensi terjangkit Covid-19 tetapi dengan risiko kondisi bergejala berat yang sangat jauh menurun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top