Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Satgas Covid-19: Kasus Kematian Naik 3,7 Persen dalam Sepekan

Satgas Penanganan Covid-19 menyoroti tingginya kasus kematian akibat Covid-19 dalam sepekan terakhir.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 04 Mei 2021  |  16:51 WIB
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito  -  www.covid19.go.id
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito - www.covid19.go.id

Bisnis.com, JAKARTA – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebutkan bahwa dalam sepekan meskipun angka kasus positif menurun, namun angka kematian naik sampai 3,7 persen.

Wiku menyebutkan, berdasarkan data sepekan sampai dengan 2 Mei 2021, meskipun kasus positif baru kembali mengalami penurunan sebesar 2,1 persen, namun perkembangan yang kurang baik terjadi pada kasus kematian dan kesembuhan.

Angka kematian mengalami kenaikan 3,7 persen dari minggu sebelumnya, sedangkan angka kesembuhan mengalami penurunan yang cukup besar yaitu 17,1 persen.

“Saya ingin mengingatkan kepada provinsi yang mengalami kenaikan kasus tertinggi di minggu ini yaitu Riau naik 718, Jawa Barat naik 621, Kepulauan Riau naik 228, Aceh naik 183, dan NTB naik 180 untuk segera dapat mengantisipasi adanya kenaikan kasus ini jangan sampai keadaan ini bertahan lama dan diharapkan dapat segera mengalami perbaikan di minggu berikutnya,” kata Wiku dalam konferensi pers, Selasa (4/5/2021).

Selanjutnya, untuk kasus kematian, Wiku menyebut terdapat 5 provinsi dengan kenaikan angka kematian tertinggi pada pekan ini yaitu Jawa Tengah naik 35 kematian, Riau naik 24 kematian, NTB naik 15 kematian, dan NTT naik sejumlah 9 kematian.

“Angka kematian yang meningkat serta angka kesembuhan yang menurun harus menjadi alarm bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaannya,” tegas Wiku.

Selanjutnya terkait perkembangan kasus aktif, Wiku memperingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaannya. Pasalnya, angka kasus aktif yang sebelumnya sempat mengalami penurunan secara signifikan, saat ini justru bergerak stagnan.

Dia menuturkan, perkembangan pada pekan terakhir, periode 23 April sampai dengan 1 Mei 2021 perlu diwaspadai. Pada periode tersebut jumlah kesembuhan tidak lebih tinggi dari jumlah kasus positif baru.

Jumlah kesembuhan cenderung mengalami penurunan di tengah penambahan kasus positif. Hal ini menyebabkan angka kasus aktif cukup stagnan dan tidak lagi mengalami penurunan yang signifikan.

“Hal ini perlu menjadi perhatian kita, karena ini artinya peran kasus aktif dapat sewaktu-waktu kembali meningkat jika ke depan tidak ada perbaikan. Tentunya ini menjadi tantangan yang cukup berat untuk kita semuanya mengingat kita akan segera menyambut hari raya Idulfitri pekan depan,” kata Wiku.

Wiku berharap seluruh masyarakat waspada dan memahami data yang telah menunjukkan bahwa kenaikan bisa terjadi kapan saja setelah stagnasi, karena apabila paparan di tengah masyarakat kembali tinggi, bukan tidak mungkin penambahan kasus positif dapat semakin tinggi dan kasus aktif pun juga kembali meningkat.

“Maka dari itu saya mohon dengan sangat kepada seluruh masyarakat agar dapat kembali disiplin protokol kesehatan dan menghindari bepergian untuk menekan penularan di tengah masyarakat. Jangan sampai kita terlena dengan kondisi Covid-19 yang cenderung turun beberapa waktu terakhir karena keadaan ini dapat berubah dengan cepat apabila kita tidak bersama-sama mempertahankan,” ungkapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top