Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DMI: Masjid Bisa Jadi Solusi Percepat Vaksinasi Covid-19 Lansia

Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) mencatat bahwa di seluruh Indonesia ada lebih dari 850.000 masjid.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 29 April 2021  |  15:11 WIB
Vaksinasi warga lanjut usia (lansia) di Jakarta Utara. - Antara\r\n
Vaksinasi warga lanjut usia (lansia) di Jakarta Utara. - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyebut apabila seluruh masjid bisa dikerahkan untuk menjadi lokasi vaksinasi Covid-19 bisa membantu mempercepat program vaksinasi antivirus Corona terutama kepada orang lanjut usia atau lansia, yang semala ini berjalan lamban.

PP Dewan Masjid Indonesia Bidang Kesehatan dan Sanitasi Abidinsyah Siregar mengatakan bahwa di seluruh Indonesia tercatat ada lebih dari 850.000 masjid.

Abidin menjelaskan, apabila di 34 provinsi masing-masing memprioritaskan 4-5 kabupaten kota dengan penduduk lebih dari 500.000, Indonesia sudah bisa mengerahkan masjid sebagai pusat vaksinasi di 136 wilayah. Kemudian, jelasnya, bila ada 10 masjid di masing-masing wilayah, maka artinya ada 1.360 masjid yang bisa digunakan.

“Lalu kita akan dapat 5.000 orang dari setiap masjid, dikali 1.360, maka bisa dapat sekitar 600.000 orang per hari untuk vaksinasi lansia di seluruh Indonesia. Jika itu dilakukan 10 hari bisa dapat 6 juta, ini akan cepat sekali, baru 10 masjid per kabupaten/kota,” jelas Abidin pada Dialog Produktif KPCPEN, Kamis (29/4/2021).

Abidin mengatakan, vaksinasi lansia di masjid sangat efektif. Karena akses lansia ke masjid sangat dekat. Dengan pertemuan setiap waktu salat, dewan masjid seharusnya bisa memotivasi dan memberikan informasi kepada jamaah, tak hanya lansia, tapi juga yang muda untuk bisa melakukan vaksinasi di masjid.

“Karena ada program kalau ada warga yang bawa 2 lansia, mereka bisa ikut divaksinasi. Dengan begitu kan warga yang dengar informasi ini mereka akan cari, akan bawa orang tuanya, dan yang divaksin lebih banyak,” kata Abidin.

Pasalnya, mengutip data BPS dan Kominfo, Abidin mengatakan ada 30-40 persen lansia yang di rumah saja atau immobile. Sementara itu, hanya 6 persen lansia yang punya ponsel.

“Artinya Ada 94 orang dari 100 yang tidak dapat informasi tentang vaksinasi. Kita ribut-ribut mau percepat vaksinasi kaya apa, mereka nggak tahu,” kata Abidin.

Masjid, jelas dia, bisa menjadi rantai yang bisa menghubungkan itu jemaah masjid, pengurus masjid, remaja masjid dengan lansia. “Tapi kita nggak boleh cepat-cepat pasang target tinggi, karena kita harus kerja sama dengan dinas kesehatan, karena berhubungan dengan ketersediaan vaksin Covid-19, tenaga skrining dan penyuntik. Kita siap menyediakan masjid berapapun lansia yang mau divaksin,” imbuhnya.

Abidin mengatakan, selama program vaksinasi lansia di masjid dilakukan mulai 23 April 2021 lalu, para lansia yang datang maupun keluarganya tidak hanya yang dari kalangan Muslim, banyak pula dari nonmuslim dan berbagai suku yang ikut vaksinasi di masjid.

Menurutnya, komunikasi dari dalam ke luar masjid sangat mudah, karena umumnya di Indonesia masjid selalu ada di lingkungan permukiman warga dan punya alat pengeras suara yang bisa terdengar sampai jauh.

“Kita tawarkan kalau gerakan ini belum optimal, kita juga akan siap dukung tenaga kesehatan melakukan vaksinasi keliling, dari rumah ke rumah warga sekitar masjid. Karena kita tahu di mana ada lansia by name by address,” tambahnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksinasi Dewan Masjid Indonesia Vaksin Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top