Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPPPT Ungkap Kapal Selam RI Nanggala Layak Operasi dengan Sistem Baru, Tapi...

Pada proses pemasangan kembali lambung kapal di Korea itu mungkin tak menghasilkan kondisi yang sama seperti saat kapal selam itu baru datang dari Jerman pada 1981 lalu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 April 2021  |  07:41 WIB
KRI Nanggala 402 / Antara
KRI Nanggala 402 / Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menegaskan kapal Selam KRI Nanggala-402 masih sangat layak beroperasi.

Keyakinan ini disampaikan Teguh Muttaqi, Perekayasa pada Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan BPPT. Teguh sendiri pernah mengambil program doktor bidang kapal selam di Korea Selatan.

"Kapal itu sudah di-refurbish [diperbarui] pada 2012 lalu," kata Teguh, Sabtu malam, (24/4/2021).

Teguh menuturkan sistem dan teknologi di KRI Nanggala diperbarui di Korea Selatan. Prosesnya menuntut bagian lambung kapal selam yang bertekanan (ballast) dilepas dan kemudian dipasang kembali.

Pada proses pemasangan kembali itu mungkin tak menghasilkan kondisi yang sama seperti saat kapal selam itu baru datang dari Jerman pada 1981 lalu, tapi Teguh meyakini kondisi KRI Nanggala tetap layak. Alasannya, semua sistem telah diperbarui.

"Selain itu, sebelum diserah-terimakan kapal juga telah diuji coba penyesuaian komponen untuk beradaptasi saat dioperasikan," katanya menerangkan.

Uji coba dengan cara KRI Nanggala direndam di laut dengan kondisi normal berkisar 200-300 meter. Adapun daya selam pada mode tempur KRI Nanggala disebutkannya bisa mencapai 2,5 kali kedalaman batas normal. Artinya, KRI Nanggala-402 bisa menyelam hingga kedalaman 500-600 meter.

Melihat kondisi KRI Nanggala selama ini pula, Teguh menilai sangat kecil potensi kerusakan. Apalagi, dia menambahkan, nakhoda kapal selam memiliki spesifikasi orang yang taat prosedur.

"Kalau saya lihat sebenarnya human error sangat kecil yang bisa menyebabkan kapal itu tenggelam. Sampai sekarang saya juga masih bertanya-tanya," katanya.

Berbeda halnya dengan potensi kegagalan operasi. Teguh menyebut saat pendistribusian arus listrik di kapal. Dia menerangkan awal pengoperasian kapal tersebut digerakkan menggunakan genset yang memiliki arus listrik searah (DC) yang harus diubah menjadi arus bolak balik (AC).

"Kegagalan pengubahan distribusi aliran listrik ini bisa terjadi meski kemungkinannya juga kecil," katanya.

TNI Angkatan Laut telah menetapkan status kapal selam KRI Nanggala-402 menjadi subsunk atau tenggelam pada Sabtu sore. Penetapan status itu setelah ditemukannya beberapa benda yang diyakini berasal dari lambung kapal selam itu.

Benda-benda itu, di antaranya pelurus tabung torpedo, diyakini tidak akan terangkat ke luar kapal apabila tidak ada tekanan dari dalam atau terjadi keretakan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal selam KRI Nanggala 402

Sumber : Tempo

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top