Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rusia Tarik Pasukan dari Perbatasan, Ukraina Apresiasi Dukungan Barat

Rusia memerintahkan penarikan pasukannya dari perbatasan Ukraina kemarin, Kamis (22/4/2021) waktu setempat, agar kembali ke markas masing-masing.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 April 2021  |  10:58 WIB
Volodymyr Zelensky, komedian yang terpilih sebagai Presiden Ukraina dalam Pemilu pada April 2019. - Reuters/Valentyn Ogirenko
Volodymyr Zelensky, komedian yang terpilih sebagai Presiden Ukraina dalam Pemilu pada April 2019. - Reuters/Valentyn Ogirenko

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menanggapi langkah Rusia yang akhirnya menarik pasukannya di sejumlah wilayah perbatasan kedua negara.

Dia pun berterima kasih kepada negara-negara dan organisasi internasional yang memberikan dukungan agar Rusia menarik pasukannya di perbatasan dengan Ukraina.

"Ukraina menyambut baik setiap langkah untuk mengurangi kehadiran militer & mengurangi situasi di Donbas [timur Ukraina]. Saya berterima kasih kepada mitra internasional atas dukungan mereka," cuit Twitter setelah penarikan pasukan Rusia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rusia memerintahkan penarikan pasukannya dari perbatasan Ukraina kemarin, Kamis (22/4/2021) waktu setempat, agar kembali ke markas masing-masing. Langkah itu diambil setelah pengerahan puluhan ribu pasukan Rusia tersebut dikecam NATO.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan Kyiv tidak tahu apakah Moskow bermaksud melancarkan serangan atau tidak. Dia pun mengatakan pihak Barat harus memastikan untuk mendukung Ukraina jika Rusia melakukannya.

"Dan inilah mengapa reaksi Barat, reaksi terkonsolidasi dari Barat, sangat penting sekarang, untuk mencegah Putin...membuat keputusan itu," kata Kuleba.

Penarikan pasukan kemungkinan akan disambut oleh negara-negara Barat yang khawatir intervensi Rusia lebih lanjut di Ukraina timur. Separatis yang didukung Rusia telah memerangi pemerintah Ukraina di wilayah tersebut sejak 2014.

Juru bicara presiden Ukraina mengatakan bulan ini bahwa Rusia memiliki lebih dari 40.000 tentara yang dikerahkan di perbatasan timur Ukraina dan lebih dari 40.000 di Krimea. 

Menurutnya, sekitar 50.000 di antaranya baru dikerahkan. Rusia belum memberikan angka resmi jumlah pasukan yang dikerahkan.

Sementara Uni Eropa pada Selasa memperkirakan bahwa lebih dari 100.000 tentara telah berkumpul di dekat perbatasan dan di Krimea, CNN melaporkan. Tidak jelas dari pengumuman Kamis berapa banyak pasukan yang akan tetap berada di wilayah tersebut.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan Washington mengetahui pengumuman Rusia dan mengamati situasi di perbatasan dengan cermat.

Conflict Intelligence Team, sebuah kelompok intelijen sumber terbuka Rusia yang telah memantau penumpukan militer agresif Rusia di perbatasan, mengatakan pada Kamis bahwa masih terlalu dini untuk menilai apakah perintah penarikan pasukan Rusia merupakan penurunan eskalasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia ukraina

Sumber : Tempo/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top