Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Australia Catat 3 Warga Meninggal usai Disuntik Vaksin AstraZeneca

Prevalensi komplikasi yang terkait dengan vaksin AstraZeneca di Australia kira-kira satu dari 300.000. Angka itu serupa dengan yang terlihat di Inggris.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 18 April 2021  |  07:30 WIB
Vaksin Covid-19 AstraZeneca - Antara
Vaksin Covid-19 AstraZeneca - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Kematian seorang wanita berusia 48 tahun di New South Wales Australia akibat kemungkinan terkait vaksin AstraZeneca, meski kasus tersebut disebut rumit untuk dipelajari, menurut pejabat kesehatan Australia.

Menteri Kesehatan federal, Greg Hunt menyampaikan belasungkawa kepada keluarga wanita tersebut, yang kematiannya merupakan yang ketiga di Australia akibat pembekuan darah yang terkait dengan vaksin AstraZeneca.

Dia menerima suntikan sebelum pengumuman pemerintah pada 8 April bahwa dosis Pfizer lebih tepat untuk orang yang berusia di bawah 50 tahun.

“Vaksin sangat aman, direkomendasikan dan efektif,” kata Hunt dalam konferensi pers seperti dikutip Bloomberg.com, Minggu (18/4/2021).

Dia menambahkan bahwa mereka tetap dalam peninjauan terus menerus oleh satuan tugas imunisasi.

Keseimbangan risiko masih jelas mendukung vaksinasi, karena apa yang dialami korban tewas adalah kasus yang tidak biasa. "Masalah ini sedang diperiksa lebih lanjut," kata Profesor John Skerritt, seorang ahli terapeutik pada konferensi tersebut.

Prevalensi komplikasi yang terkait dengan vaksin AstraZeneca di Australia kira-kira satu dari 300.000. Angka itu serupa dengan yang terlihat di Inggris, katanya.

Sementara itu, lebih dari tiga juta orang di seluruh dunia dilaporkan meninggal akibat Covid-19 sejak dimulainya pandemi, menurut laporan Universitas Johns Hopkins (JHU).

Dengan 566.224 kematian, AS memiliki jumlah kematian tertinggi, diikuti oleh Brasil dengan 368.749 kematian dan Meksiko dengan 211.693 kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa pandemi berada pada titik kritis dan memperingatkan bahwa negara-negara di dunia perlu jujur dalam memberikan laporan.

Setelah penurunan singkat pada Maret 2021, jumlah kematian di seluruh dunia meningkat lagi, dengan rata-rata sekitar 12.000 kematian per hari. Angka itu mendekati angka kematian harian 14.500 atau rata-rata selama sepekan yang tercatat pada akhir Januari.

Negara-negara seperti AS dan Inggris telah mengalami penurunan jumlah kematian sejak akhir Januari karena program vaksinasi massal. Sementara, India dan Brasil menghadapi lonjakan infeksi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di Brazil, sekitar 3.000 kematian dilaporkan setiap hari, atau hampir seperempat dari kematian yang dilaporkan setiap hari di dunia. Negara itu telah menjadi yang terparah di dunia dalam hal kematian harian baru secara global sejak awal Maret.

Pandemi belum menunjukkan tanda-tanda melambat, karena rata-rata angka kematian per minggu mendekati yang tertinggi sepanjang masa di bulan Januari. Sementara, kasus baru lebih dari 730.000 setiap hari yang dilaporkan dalam minggu ini.

Dengan 234.692 infeksi baru yang dilaporkan kemarin, India memiliki hampir tiga kali lipat kasus harian di AS. India juga melaporkan 1.341 kematian baru pada Sabtu, atau jumlah kematian satu hari tertinggi kecuali 17 Juni.

Pada hari itu, 17 Juni, total 2.003 kematian tercatat dalam satu hari karena kesalahan administrasi yang mengakibatkan penumpukan. Menurut JHU ada 140 juta kasus global Covid-19.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia Covid-19 Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Sumber : Bloomberg.com, CNN.com

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top