Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dicari Densus 88, Ini Kisah NF yang Akhirnya Menyerahkan Diri

NF pernah bekerja di sebuah perusahaan pembiayaan, namun akibat pandemi ia berhenti bekerja.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 09 April 2021  |  17:56 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Pelarian terduga teroris NF yang telah masuk dalam daftar pencarian orang Detasemen Khusus 88 Antiteror berakhir sudah.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol. Azis Andriansyah mengemukakan NF sudah menyerahkan diri ke Kepolisian.

Hal itu terjadi tidak lama setelah NF dinyatakan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Densus 88 dan wajahnya disebar ke sejumlah lokasi di Indonesia.

Penyerahan diri tersebut dilakukan NF pada Jumat (9/4/2021) dini hari.

Berita lain menyebutkan NF menyerahkan diri pada Kamis. 

"Iya benar, dia sudah menyerahkan diri," tutur Aziz, Jumat (9/4/2021).

Kendati demikian, Azis menolak memberikan penjelasan detail proses penyerahan diri NF.

Menurut Azis, Mabes Polri akan memberikan penjelasan lengkap kepada wartawan.

"Nanti ya, sama Mabes Polri saja," katanya.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, NF yang berdomisili di Jakarta Selatan diketahui sebagai penerima program Bantuan Sosial Tunai (BST).

Terakhir NF sempat mencairkan bantuan tersebut pada awal Februari 2021.

"Terakhir saya bertemu NF saat pembagian BST awal Februari," kata Ketua RT 03/RW04 Kelurahan Tanjung Barat, Jagakarsa, Budianto di Jakarta Selatan, Kamis (8/4/2021).

Selain tercatat sebagai penerima BST senilai Rp300.000 per bulan, NF juga menerima bansos sembako. Keduanya merupakan rangkaian bantuan terkait dampak pandemi Covid-19.

Budianto memperkirakan secara kedudukan NF masih akan tercantum sebagai penerima BST, meski ia tidak mengetahui pasti kelanjutan pengambilan bantuan selanjutnya.

"Haknya dia tetap ada, tapi soal nanti dia mau ambil, saya tidak tahu juga, tapi bisa diwakili istrinya," katanya.

Saat ini, NF tidak tinggal lagi di RT03/RW04, Tanjung Barat, melainkan pindah ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Itu terjadi sekitar lima tahun lalu atau sejak pria berusia 36 tahun itu menikah.

NF pernah bekerja di sebuah perusahaan pembiayaan, namun akibat pandemi ia berhenti bekerja.

NF kemudian sempat menjual ikan cupang hingga pernah menjual telur.

Sementara itu, lanjut Budianto, rumah NF kini dihuni paman dan bibinya. Sesekali NF mengunjungi rumah tersebut termasuk ke RT 03 untuk mengambil BST.

Mengingat NF tidak tinggal di rumah itu, kata Budianto, belum ada laporan penggeledahan di rumah tersebut.

Budianto menilai selama ini NF tidak pernah menunjukkan gelagat aneh. Selama tinggal di kawasan Tanjung Barat, NF dikenal mudah bersosialisasi.

Sebelumnya, empat terduga teroris di wilayah Jakarta masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), Mereka adalah YI, AN, ARH dan NF.

AN telah ditangkap oleh Tim Densus 88 Anti Teror.

Empat DPO tersebut terkait dengan empat terduga teroris yang telah lebih dulu ditangkap Densus 88 Antiteror di wilayah Condet (Jakarta Timur), Bekasi, dan Jakarta Barat pada akhir Maret 2021.

YI diketahui berdomisili di Jati Padang, Pasar Minggu. ARH berdomisili di Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

terorisme polres jaksel
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top