Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

India Larang Ekspor AstraZeneca, Pasokan Asia Terancam

Korea Selatan, Indonesia, Filipina, dan Vietnam termasuk di antara negara-negara yang terkena penundaan pengiriman vaksin yang telah dijanjikan di bawah program Covax.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 06 April 2021  |  11:09 WIB
Vaksin Covid-19 AstraZeneca - Antara
Vaksin Covid-19 AstraZeneca - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Beberapa negara Asia harus mencari sumber alternatif untuk vaksin Covis-19 karena India menunda pengiriman vaksin AstraZeneca. India memilih untuk memprioritaskan kebutuhannya sendiri.

India adalah salah satu produsen vaksin virus Corona terbesar di dunia. Negara itu memasok jutaan dosis AstraZeneca ke skema Covax untuk negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah.

Namun, kekurangan bahan baku memengaruhi produksi, sebagian karena larangan ekspor dari Amerika Serikat pada komponen utama dalam produksi vaksin seperti botol, kaca, plastik, dan sumbat.

Pengekangan ekspor memperdalam masalah yang dihadapi skema Covax, yang diandalkan oleh 64 negara miskin. Hal itu juga menambah kemunduran sebelumnya yang mencakup gangguan produksi dan kurangnya kontribusi pendanaan dari negara-negara kaya.

Eric Chiang, ekonom Moody's Analitics mengatakan Korea Selatan, Indonesia, Filipina, dan Vietnam termasuk di antara negara-negara yang terkena penundaan pengiriman vaksin yang telah dijanjikan di bawah program Covax.

"Kekurangan tersebut dapat membuat negara-negara ini semakin tertinggal dalam hal inokulasi, meningkatkan ketidakadilan vaksin, dan merusak upaya internasional untuk melawan pandemi," kata Eric dalam keterangam tertulis, Selasa (6/4/2021).

Di tempat lain, Thailand akan menerima tambahan 10 juta dosis vaksin AstraZeneca dan Sinovac saat negara tersebut meningkatkan upaya untuk memulai kembali industri pariwisatanya.

Phuket, pulau resor paling populer di Thailand, telah menjadi yang terdepan dalam jalur vaksinasi Covid-19, memulai program inokulasi massal dua bulan lebih awal dari negara lain.

Tujuannya adalah untuk memberikan suntikan ke sebagian besar penduduk saat kawasan wisata itu bersiap dibuka kembali untuk perjalanan bebas karantina pada Juli mendatang.

Keputusan Thailand memprioritaskan Phuket di atas bagian lain negara itu menggarisbawahi peran sentral pariwisata bagi perekonomian. Negara tersebut berupaya menghidupkan kembali industri pariwisata yang hancur akibat pandemi.

Pariwisata menyumbang hampir seperlima dari PDB Thailand pada 2019 dan juga merupakan sumber lapangan kerja yang penting.

Pembukaan kembali Phuket akan digunakan sebagai ujian untuk mengukur permintaan pariwisata internasional. Hal itu juga menjadi patokan kesiapan Thailand membuka kembali tujuan pariwisata lain yang bergantung pada wisatawan luar negeri akhir tahun ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top