Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Puan Maharani Minta Tim SAR Maksimalkan Pencarian Korban Banjir NTT

Puan Maharani meminta pihak-pihak terkait untuk mencari penyebab banjir bandang di NTT sehingga tidak terjadi lagi di masa mendatang.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 05 April 2021  |  15:07 WIB
Puan Maharani - Antara/Istimewa
Puan Maharani - Antara/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka cita atas terjadinya bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur, Senin (5/4/2021). Dia meminta proses pencarian korban dan penanganan kedaruratan dimaksimalkan.

Puan menuturkan, koordinasi penanganan banjir bandang di NTT itu harus melibatkan tim SAR di Flores dan di Provinsi NTT, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) pusat dan daerah, TNI-Polri, serta pemerintah daerah.

“Terus lakukan pencarian korban. Koordinasi semua kekuatan SAR, dan tim SAR terdekat seperti di Bali dan NTB saya harap membantu pencarian korban,” kata Puan dalam keterangan resmi, Senin (5/4/2024).

Puan meminta pihak-pihak terkait untuk mencari penyebab banjir bandang sehingga tidak terjadi lagi di masa mendatang.

Selain itu, dia juga mendorong penanganan kondisi darurat harus dilakukan dengan penyediaan obat dan makanan, trauma healing, penanganan masyarakat rentan, serta mengantisipasi bencana susulan.

“Mitigasi bencana ditingkatkan, masyarakat dan Pemda serta BNPB setempat diharap waspada cuaca ekstrem. Kerahkan sumber daya daerah dan pusat. Kerahkan kekuatan dari Pemda/BPBD, TNI, Polri, masyarakat, dan semua stakeholders untuk melaksanakan tanggap darurat,” ujarnya.

BMKG telah merilis adanya dua bibit siklon tropis yang dapat berdampak pada cuaca ekstrem. Salah satunya potensi curah hujan deras dan angin kencang di wilayah NTT pada sepekan ini, 3 – 9 April 2021.

Hingga Senin (5/4/2021) perkembangan terkini bencana banjir bandang yang terjadi di Flores Timur, NTT menyebabkan ratusan warga mengungsi, puluhan warga lainnya hiang serta puluhan warga meninggal dunia.

Berdasarkan data BMKG, sebanyak sembilan desa di empat kecamatan terdampak bencana itu. Sedangkan kerugian materil masih tercatat 17 unit rumah hanyut, 60 rumah terendam lumpur dan 5 jembatan putus. BPBD setempat masih terus melakukan pendataan dan verifikasi dampak korban maupun kerusakan infrastruktur.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntt bencana alam banjir bandang puan maharani
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top