Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tolak Permohonan Kubu Moeldoko, Menkumham Sesalkan Tudingan Intervensi Kubu AHY

Pemerintah menepis tudingan mengintervensi atau campur tangan dalam kisruh Partai Demokat.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 31 Maret 2021  |  14:30 WIB
Tolak Permohonan Kubu Moeldoko, Menkumham Sesalkan Tudingan Intervensi Kubu AHY
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly menjadi keynote speaker saat menghadiri acara peluncuran hasil studi pemeringkatan penghormatan HAM di 100 perusahaan publik, Jakarta, Selasa (16/7/2019). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) menolak permohonan pengesahan kepengurusan Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dengan keputusan ini, pemerintah seperti menepis tudingan yang menyebut adanya intervensi atau campur tangan pemerintah dalam kisruh yang terjadi di partai berlambang mercy tersebut. Menkumham, Yasonna Laoly menyesalkan adanya tudingan tersebut.

"Kami kembali menyesalkan statement dari pihak-pihak yang sebelumnya menuding pemerintah campur tangan memecah belah parpol," kata Yasonna dalam konferensi pers virtual, Rabu (31/3/2021).

Yasonna menyatakan pemerintah bertindak obyektif dan transparan dalam menangani permohonan yang diajukan kubu KLB dengan Ketua Umum Moeldoko dan Sekjen Jhoni Allen tersebut.

Dia menjelaskan hanya mendasarkan pada aturan perundang-undangan dan AD/ART Partai Demokrat yang telah terdaftar di lembar negara.

"Seperti kami sampaikan sejak awal bahwa pemerintah bertindak obyektif tranparan dalam memberi keputusan tentang persoalan parpol ini," ujar Yasonna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

partai demokrat kemenkumham yasonna laoly
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top