Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Facebook dan Google Danai Kabel Bawah Laut untuk Hubungkan Singapura - AS

Sepasang saluran transpasifik, yang menurut Facebook akan meningkatkan kapasitas melintasi lautan hingga 70 persen, datang setelah proyek serupa yang menghubungkan Hong Kong ke AS dibatalkan pada Agustus menyusul keberatan dari pemerintahan Trump.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  11:18 WIB
Stiker dengan logo Facebook terlihat dalam konferensi F8 yang digelar Facebook di San Jose, California, AS, Selasa (30/4/2019). - Reuters/Stephen Lam
Stiker dengan logo Facebook terlihat dalam konferensi F8 yang digelar Facebook di San Jose, California, AS, Selasa (30/4/2019). - Reuters/Stephen Lam

Bisnis.com, JAKARTA - Facebook Inc. mendanai dua kabel bawah laut transpasifik baru yang menghubungkan Singapura ke pantai barat Amerika Serikat.

Alphabet Inc., induk perusahaan Google juga berpartisipasi dalam salah satu proyek yang dimaksudkan untuk meningkatkan infrastruktur internet di kawasan Asia-Pasifik itu.

Dilansir Bloomberg, Selasa (30/3/2021), proyek-proyek itu akan menghubungkan Singapura ke Indonesia dan Amerika Utara dan bekerja sama dengan mitra lokal termasuk PT XL Axiata Tbk dan Keppel Corp. yang berbasis di Singapura.

Sepasang saluran transpasifik, yang menurut Facebook akan meningkatkan kapasitas melintasi lautan hingga 70 persen, datang setelah proyek serupa yang menghubungkan Hong Kong ke AS dibatalkan pada Agustus menyusul keberatan dari pemerintahan Trump.

Google mendukung kabel bawah laut Echo, yang dikatakan akan menjadi yang pertama menghubungkan Singapura langsung ke AS, dengan pemberhentian di Indonesia dan Guam dalam perjalanan ke Eureka, California.

Tautan serat tersebut diharapkan dapat beroperasi pada 2023. Selain berkolaborasi di Echo, koneksi lain Facebook disebut Bifrost, yang menghubungkan negara kota Asia Tenggara ke pantai barat AS dalam rentang 15.000 kilometer (9.300 mil). Proyek itu diharapkan selesai pada 2024.

Raksasa jejaring sosial yang berbasis di Menlo Park, California itu memiliki proyek pusat data senilai US$1 miliar di Singapura, salah satu investasi terbesarnya di kawasan Asia.

Echo dan Bifrost akan menyediakan beragam kapasitas bawah laut yang penting untuk mendukung pertumbuhan digital Singapura dan hub konektivitas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat facebook kabel bawah laut california
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top