Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 Turun, Wapres Minta Masyarakat Tak Lengah

Apabila penurunan tidak dikelola dengan baik, kasus dapat kembali naik seperti yang terjadi di beberapa negara di Eropa dan Amerika.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  17:05 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kiri) - Antara
Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kiri) - Antara

Bisnis.com, BARITO UTARA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan kendati kasus harian Covid-19 terus mengalami penurunan, masyarakat diminta tidak lengah dan terus berupaya mengatasi pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan pada peninjauan vaksinasi Covid-19 massal di Lapangan Olahraga Tiara Batara, Melayu, Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (30/3/2020).

"Alhamdulillah sekarang sudah terjadi penurunan-penurunan, dari tadinya di atas 10.000 kasus, sekarang sudah tinggal 5.000, 4.000. Kemudian [kapasitas] rumah sakit yang tadinya terisi hampir 70, 80, bahkan 90 persen, sekarang sudah di bawah 50 persen," ungkapnya.

Apabila penurunan ini tidak dikelola dengan baik, lanjut Wapres, kasus dapat kembali naik seperti yang terjadi di beberapa negara seperti di Eropa dan Amerika.

"Kita tidak ingin. Karena itu, tetap masalah protokol kesehatan, 3M (memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak), 3T (tracing, testing, treatment), kemudian pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di tingkat mikro dan juga pelaksanaan vaksinasi merupakan upaya-upaya yang secara terus-menerus kita lakukan," paparnya.

Di samping itu, Wapres mengungkapkan sejauh ini pelaksanaan vaksinasi Covid-19 berjalan dengan lancar dan tidak terjadi kendala apa pun yang disebabkan efek samping vaksin.

"Semua yang divaksin aman. Tidak ada orang merasa takut, merasa sakit, atau demam, ternyata tidak ada," tegasnya.

Adapun, bagi mereka yang masih ragu untuk melakukan vaksinasi, Wapres menyebutkan bahwa pemerintah terus melakukan sosialisasi dan edukasi untuk meyakinkan baik melalui pendekatan kesehatan maupun pendekatan agama.

Dari segi kesehatan, kata Wapres, mereka diingatkan mengenai dampak yang diakibatkan apabila tidak divaksin.

"Dari segi agama, melakukan vaksinasi itu bagian dari kewajiban, fardu kifayah, orang harus melakukan sebelum bisa teratasi. Sebelum vaksinasi mencapai tingkat kekebalan (komunitas) 181 juta (penduduk), itu belum gugur kewajibannya," pungkasnya.

Dihimpun dari data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Barito Utara, capaian pelaksanaan vaksinasi dosis pertama bagi tenaga kesehatan (nakes) mencapai 95 persen. Dari target 1.253 nakes, terealisasi 1.191 nakes.

Sedangkan capaian pelaksanaan vaksinasi dosis kedua mencapai 94 persen. Dari target 1.215 nakes, terealisasi 1.143 nakes.

Vaksinasi dosis pertama bagi pelayan publik tercatat mencapai 122 persen yaitu dari target 1.000, terealisasi 1.229 pelayan publik. Vksinasi dosis kedua saat ini baru terealisasi 53 persen. Dari target 1.195, baru terealisasi 635 pelayan publik.

Tampak mendampingi Wapres dalam peninjauan di antaranya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Munardo, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Habib Ismail Bin Yahya, Bupati Barito Utara Nadalsyah, dan Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wapres ma'ruf amin Covid-19 Protokol Pencegahan Covid-19
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top