Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MPR: Indonesia Harus Waspadai Sentimen Anti-Asia di AS

Kedubes RI di AS dinilai perlu memberikan pendeteksian dini atau early warning system jika ada potensi gangguan berbau rasisme terhadap warga Indonesia.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 29 Maret 2021  |  17:37 WIB
Ilustrasi:Unjuk rasa menentang rasisme. - Reuters
Ilustrasi:Unjuk rasa menentang rasisme. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Syarif Hasan mengatakan Indonesia perlu waspada dan belajar dari perlakuan rasisme terhadap etnis Asia di Amerika Serikat setelah sejumlah WNI turut menjadi korban perundungan di negara tersebut.

Hal itu disampaikan Syarif Hasan dalam diskusi bertajuk “Menyoal Rasisme Anti Asia di Amerika Serikat, Bagaimana Nasib WNI?” di Gedung DPR bersama Anggota MPR yang juga Anggota Komisi I DPR, Christina Aryani dari Fraksi Partai Golkar, Senin (29/3/2021).

Syarif mengatakan perlakuan rasial terhadap etnis China di AS tidak terlepas dari konteks pemilihan Presiden AS 2020 dan persaingan dagang antara AS dan China.

Dia mengakui sejak berkuasa, Pesiden AS Donald Trump telah memicu persoalan rasial tidak saja dengan kulit hitam tapi juga dengan etnis Asia.

Di sisi lain dia menilai dominasi etnis China dalam berbagai bentuk di negara orang telah menimbulkan gesekan sosial berbau SARA.

Bahkan politisi Partai Demokrat yang pernah menetap di AS itu mengakui ada persaingan antara etnis China dan penduduk lokal dalam mengisi lowongan pekerjaan.

Karena itulah dia meminta Pemerintah Indonesia untuk selalu waspada, karena persoalan rasisme juga pernah melanda Indonesia.

“Pihak Kedutaan Besar Indonesia di AS perlu memberikan pendeteksian dini atau early warning system kalau ada potensi gangguan berbau rasisme terhadap warga Indonesia,” ujarnya.

Dia memyebutkan adanya kecenderung masuknya pendatang dari China di sejumlah daerah kalau tidak diwaspadai bisa menimbulkan perlakuan berbau rasisme serupa yang terjadi di AS.

Sementara itu, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Christina Aryani mengakui persoalan rasisme di AS bukan hal baru.

Dia mengatakan saat pembangunan jalur kereta api pada awal-awal pembangunan negara itu juga pernah terjadi kerusuhan rasial karena adanya dominasi etnis tersebut.

Menurutnya, tidak hanya etnis China yang terkena perundungan di AS karena sejumlah imigran asal Jepang, Korea dan Indonesia juga terkena dampak tindakan berbau rasis.

Dia juga mengatakan Kedubes RI di AS harus terus mempromosikan misi kebudayaan di negara orang selain memberikan perlindungan maksimal atas WNI. Tujuannya supaya terjadi saling pengertian antarbudaya untuk menghindari persoalan rasisme di negara orang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat wni rasisme
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top