Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hingga Juli 2021, RI akan Datangkan 20-30 Juta Bahan Baku Vaksin per Bulan

Sampai dengan Juli 2021, pemerintah Indonesia berupaya mendatangkan sekitar 20-30 juta dosis per bulan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  17:17 WIB
Petugas menurunkan kontainer berisi vaksin Covid-19 saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto
Petugas menurunkan kontainer berisi vaksin Covid-19 saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Juru bicara vaksinasi dari PT Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto mengatakan pemerintah akan berupaya untuk mempercepat kedatangan bahan baku vaksin Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi di dalam negeri.

Bambang mengatakan sampai dengan Juli 2021, pemerintah berupaya mendatangkan sekitar 20-30 juta dosis per bulan.

Adapun, pada hari ini Kamis (25/3/2021) pemerintah kembali mendatangkan 16 juta bahan baku vaksin Covid-19. Vaksin tersebut merupakan kedatangan tahap ketujuh secara keseluruhan, dengan total bahan baku dari Sinovac sendiri sudah berjumlah 53,5 juta dosis di Indonesia.

Apabila sesuai rencana, pemerintah telah mengamankan 140 juta dosis vaksin Sinovac sampai Juli 2021.

“Setelah Juli ini kita juga akan coba tambah sekitar 100-120 juta dosis untuk pasokan sampai Desember 2021. Itu baru dari satu merek produsen, Sinovac,” kata Bambang pada Dialog KPC-PEN, Kamis (25/3/2021).

Selain dari Sinovac, pemerintah juga mengupayakan pengadaan vaksin dari AstraZeneca melalui kerja sama multilateral dengan GAVI Covax Facility. Pada putaran pertama, Indonesia akan dapat 11,7 juta dosis, dan yang sudah masuk baru 1,13 juta.

“Dari 11,7 juta dosis komitmen dengan Covax sampai dengan Mei, Indonesia diperkirakan akan dapat 10-20 persen jumlah penduduk atau sekitar 54 juta - 108 juta dosis,” ujar Bambang.

Kemudian, untuk kerja sama bilateral langsung dengan AstraZeneca, ada komitmen untuk memberikan 50 juta dosis ke Indonesia dan pengiriman vaksin akan dimulai pada kuartal III/2021. Selanjutnya, dari Novavax sudah ada komitmen sebanyak 50 juta dosis vaksin dengan opsi 80 juta.

“Ini rata-rata akan datang pada kuartal III/2021. Mudah-mudahan sesuai target Menteri Kesehatan supaya semester kedua kita bisa vaksinasi lebih dari 1 juta orang per hari,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengharapkan sekitar 1,5 juta suntikan vaksin Covid-19 per hari bisa diberikan kepada masyarakat pada semester kedua tahun ini yang dimulai Juli. Hal itu dilakukan untuk mengejar target program vaksinasi di Indonesia.

"(Sebanyak) 75 persen tersedia vaksin mulai bulan Juli. 181,5 juta orang, 363 juta dosis (vaksin) dibagi 365 hari itu satu juta sehari kalau vaksinnya rata tersedianya. Vaksinnya ini tersedianya di semester kedua yang banyak. Akibatnya, kepepet kita di semester kedua. Hitung-hitungan saya harus 1,5 juta suntik per hari," kata Menkes dalam konferensi pers virtual, Sabtu (13/3/2021).

Dia meminta masyarakat Indonesia bersabar menunggu giliran vaksinasi mengingat keterbatasan vaksin Covid-19 saat ini, sehingga hanya 24 persen populasi yang akan disuntik.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bio farma vaksinasi Sinovac Vaksin Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top