Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Tambahan 16 Juta, Segini Total Bahan Baku Vaksin Covid-19 di Indonesia

Pemerintah Indonesia kembali mendatangkan 16 juta bahan baku vaksin Covid-19 dari Sinovac pada Kamis (25/3/2021).
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  13:19 WIB
Petugas mengecek kontainer berisi vaksin Covid-19 saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/12/2020). Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi Sinovac, China, tiba di tanah air untuk selanjutnya akan diproses lebih lanjut ke Bio Farma selaku BUMN produsen vaksin. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto
Petugas mengecek kontainer berisi vaksin Covid-19 saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/12/2020). Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi Sinovac, China, tiba di tanah air untuk selanjutnya akan diproses lebih lanjut ke Bio Farma selaku BUMN produsen vaksin. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - 16 juta bahan baku vaksin Covid-19 produksi Sinovac tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng pada Kamis (25/3/2021). Kedatangan vaksin tahap ketujuh ini menjadikan total bahan baku vaksin yang masuk ke Indonesia mencapai 53,3 juta bulk vaksin.

Belasan juta bahan baku vaksin tersebut diangkut menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA891 dari Beijing, China ke Bandara Soekarno Hatta, Tangeran, Banten.

Pesawat berangkat sekitar pukul 22.08 UTC dan dijadwalkan tiba di Cengkareng sekitar pukul 11.48 WIB dengan membawa sembilan envirotainer berisi bahan baku vaksin asal China tersebut.

Bahan baku vaksin yang baru tiba di Indonesia itu selanjutnya langsung di bawah ke kantor PT Bio Farma (Persero) di Bandung, Jawa Barat.

“Dari 16 juta [bahan baku vaksin] tersebut secara kumulatif kita berarti sudah punya 53,5 bulk vaksin,” kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono melalui saluran Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (25/3/2021).

Dia menjelaskan bahwa jumlah vaksin tersebut setara dengan nilai pabean sekitar US$101 juta. Selain itu, fasilitas fiskal yang diberikan pemerintah mencapai Rp255 miliar terdiri dari bea masuk PPN impor dan PPh pasal 22 impor.

“Selain fasilitas fiskal tersebut juga diberikan percepatan pengeluaran barang atas importasi vaksin Covid-19. Vaksin dengan sembilan envirotainer ini dibawa menggunakan pesawat Garuda Indonesia,” terangnya.

Sebelumnya, vaksin Covid-19 tahap pertama tiba di Tanah Air pada 6 Desember 2020 berupa vaksin jadi produksi Sinovac sebanyak 1,2 juta dosis. Kemudian, tahap kedua pada 31 Desember 2020 sebanyak 1,8 juta dosis vaksin jadi produksi Sinovac.

Pada tahap ketiga atau 12 Januari 2021 didatangkan 15 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac yang kemudian diolah oleh PT. Bio Farma (Persero). Pada tahap keempat, 10 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac tiba pada tanggal 2 Februari 2021.

Tahap kelima kedatangan vaksin berlangsung pada 2 Maret 2021. 10 juta bahan baku vaksin Covid-19 produksi Sinovac didatangkan ke Tanah Air.

Selanjutnya, pada tahap keenam atau 8 Maret lalu tiba di Tanah Air sebanyak 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca dalam bentuk jadi. Teranyar, 16 juta bahan baku vaksin Sinovac tiba pada hari ini sehingga 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bio farma vaksinasi Sinovac Vaksin Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top