Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wabah Virus Corona Tak Terkendali Bikin Sistem Kesehatan Brasil Ambruk

Di banyak negara bagian, gubernur dan wali kota berjuang untuk membuka rumah sakit lapangan karena kurangnya tenaga medis yang memenuhi syarat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Maret 2021  |  09:46 WIB
Thiago Firmino secara sukarela melakukan disinfeksi gang-gang daerah kumuh di Santa Marta saat penyebaran penyakit Covid-19 di Rio de Janeiro, Brasil, Sabtu (13/3/2021). - Antara/Reuters\r\n
Thiago Firmino secara sukarela melakukan disinfeksi gang-gang daerah kumuh di Santa Marta saat penyebaran penyakit Covid-19 di Rio de Janeiro, Brasil, Sabtu (13/3/2021). - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Ketika wabah Virus Corona di Brasil tidak terkendali, negara itu menghadapi kekurangan dokter di ruang perawatan intensif (ICU) yang dapat mendorong kematian lebih tinggi.

Beberapa pekerja medis letih setelah berbulan-bulan melakukan pekerjaan yang melelahkan raga dan  jiwa. Pekerja medis lain tidak dapat mengikuti arus pasien Covid-19 kritis yang tak ada habisnya, dan mendorong sistem perawatan kesehatan negara itu ke tepi jurang.

"Pasokan dokter yang bertugas di perawatan intensif mengalami kekurangan," ujar Presiden Asosiasi Medis Brasil (AMB) Cesar Eduardo Fernandes, kepada Reuters, Rabu (17/3/2021).

"Tidak ada cara untuk memenuhi permintaan yang brutal dan dahsyat ini."

Didorong oleh varian baru Virus Corona yang lebih mudah menular, kurangnya tindakan pembatasan, respons federal yang kacau dan peluncuran vaksin yang tidak merata, membuat negara terbesar di Amerika Latin itu telah menjadi episentrum pandemi global.

Lebih dari 284.000 orang Brasil telah meninggal karena Covid-19 sejak dimulainya pandemi - jumlah kematian tertinggi di luar Amerika Serikat (AS).

Brasil sekarang menyumbang satu dari setiap enam infeksi Virus Corona yang dilaporkan di seluruh dunia, menurut hitungan Reuters. Hal tersebut telah membukukan rekor kematian harian dan beban kasus minggu ini, bahkan ketika banyak negara melawan Virus Corona dengan dorongan imunisasi.

Kondisi tersebut menciptakan krisis politik untuk Presiden Jair Bolsonaro dan mengisolasi Brasil secara internasional.

Sistem kesehatan negara sedang ambruk, menurut institut biomedis Fiocruz, karena ruang perawatan intensif (ICU) di 25 dari 26 negara bagian dan distrik federal terisi melebihi kapasitas 80 persen.

Sembilan belas ibu kota negara bagian telah melewati 90 persen kapasitas.

Pada hari Kamis (18/3/2021), Kota Sao Paulo, pusat bisnis kaya di Brasil, mencatat kematian pertama dari seorang pasien yang menunggu perawatan di ICU.

"Kami melihat pasien datang dengan kecepatan yang tidak dapat kami tangani," kata Fl¡via Machado, kepala perawatan intensif di Rumah Sakit Sao Paulo.

"Ini menyebabkan kami para tenaga kesehatan, yang sudah lelah, tambah stres, karena kami tahu bahwa kami tidak dapat melayani semua orang."

Dia menambahkan, bahwa rekan-rekannya semua kelelahan dan emosional, yang mengancam kemampuan pengambilan keputusan mereka dan meningkatkan kemungkinan mereka melakukan kesalahan.

Di banyak negara bagian, gubernur dan wali kota berjuang untuk membuka rumah sakit lapangan karena kurangnya tenaga medis yang memenuhi syarat.

Pejabat kesehatan masyarakat membatalkan operasi elektif dan mengubah beberapa bagian ruangan di rumah sakit menjadi ICU darurat, tetapi masih menghadapi kekurangan sumber daya manusia.

"Sekarang kami memiliki 'rumah sakit lapangan' yang didirikan di dalam rumah sakit yang ada secara tepat, sehingga kami bisa mendapatkan dukungan dari para tenaga medis di sana," kata Jean Gorinchteyn, sekretaris kesehatan negara bagian Sao Paulo.

Brasil memiliki lebih dari 540.000 dokter dan rasio dokter per kapita tidak jauh dari Amerika Serikat. Namun, hanya sebagian kecil yang memenuhi syarat untuk perawatan ICU khusus.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

brasil Virus Corona Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top