Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 Brasil, Satu Penderita Terinfeksi Dua Varian Virus Corona

Peluang co-infection oleh (mutasi) E484K menambah faktor baru terhadap interaksi kompleks antara sistem imun tubuh dan mutasi protein paku SARS-CoV-2.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Maret 2021  |  05:31 WIB
Ilustrasi - Sejumlah ambulans berisi pasien terinfeksi Covid-19 mengantre di depan Rumah Sakit Santa Maria, tempat para pasien tersebut dipindahkan dari -rumah rumah sakit lain akibat tak berfungsinya pasokan oksigen di tengah pandemi virus corona, di Lisbon, Portugal, Selasa (26/1/2021). - Antara/Reuters
Ilustrasi - Sejumlah ambulans berisi pasien terinfeksi Covid-19 mengantre di depan Rumah Sakit Santa Maria, tempat para pasien tersebut dipindahkan dari -rumah rumah sakit lain akibat tak berfungsinya pasokan oksigen di tengah pandemi virus corona, di Lisbon, Portugal, Selasa (26/1/2021). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kasus infeksi virus Corona di Brasil menunjukkan hal baru. Penderita ternyata dapat mengalami infeksi ganda virus Corona.

Hal itu terungkap setelah tim peneliti di Brasil menemukan kasus tersebut pada dua orang berusia 30-an.

Disebutkan bahwa warga Brasil tersebut terinfeksi secara simultan dua varian berbeda virus Corona penyebab Covid-19.

Penderita memiliki gejala mirip flu ringan hingga sedang serta tidak membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.

Pada salah satu kasus, kedua varian virus Corona itu teridentifikasi telah bersirkulasi di Brasil sejak awal pandemi lalu.

Pada kasus yang lain, kedua varian virus yang menginfeksi adalah masing-masing varian lama dan varian baru yakni P.2. Varian baru itu teridentifikasi pertama di Rio de Janeiro.

Kedua kasus muncul dari analisis sekuensing genom terhadap 92 sampel di negara bagian Rio Grande do Sul. Temuan akan dipublikasikan di jurnal ilmiah Virus Research edisi April.

Menurut studi itu, infeksi dua varian virus menumbuhkan peluang rekombinasi genom yang dapat membangkitkan varian yang lebih baru lagi dari virus corona.

"Meski sudah ada beberapa laporan kasus re-infection, peluang co-infection oleh (mutasi) E484K menambah faktor baru terhadap interaksi kompleks antara sistem imun tubuh dan mutasi protein paku SARS-CoV-2," tulis tim peneliti.

Kabar temuan ini datang ketika Brasil terjerambap ke dalam gelombang kedua wabah Covid-19.

Gubernur Sao Paulo Joao Doria melukiskan rumah sakit-rumah sakit dan layanan ICU telah kewalahan menerima pasien Covid-19. "Layanan kesehatan Brasil sedang runtuh," katanya sebelum mengumumkan lockdown, Kamis lalu.

Menteri Kesehatan Brasil Eduardo Pazuello membantah situasi itu sekalipun membenarkan adanya dampak keras yang sedang dialami sistem kesehatan publik di negara itu.

"Meningkatnya kasus aktif dan kematian Covid-19 terutama karena varian baru virus Corona," kata dia.

Dengan lebih dari 277 ribu nyawa yang sudah melayang sepanjang setahun terakhir, Brasil kini menjadi negara penyumbang angka kematian kedua tertinggi di bawah Amerika Serikat.

Sepanjang sepekan terakhir, Brasil mencatat rata-rata angka kematian per hari lebih dari 1.600, ini melampaui Amerika yang sebesar 1.400.

Pekan pertama Maret adalah hari-hari terburuk pandemi Covid-19 di Brasil, tercatat lebih dari 420 ribu penambahan kasus baru dan 10 ribu kematian.

Negara dengan populasi tiga persen total penduduk Bumi itu kini terhitung menyumbang sekitar 10 persen jumlah kasus dan kematian Covid-19 global.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

brasil Virus Corona Covid-19

Sumber : Tempo.co

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top