Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksin AstraZeneca Tingkatkan Risiko Pengentalan Darah? Ini Jawaban Produsen

Produsen AstraZeneca mengatakan sejauh ini 15 kasus trombosis vena dalam dan 22 kasus emboli paru telah dilaporkan, yang sama dengan vaksin Covid-19 berlisensi lainnya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Maret 2021  |  10:26 WIB
Vaksin Covid-19 AstraZeneca.  - Bloomberg
Vaksin Covid-19 AstraZeneca. - Bloomberg

Bisnis.com, CAMBRIDGE - AstraZeneca sedang menjadi perhatian dunia karena vaksin Covid-19 yang dibuatnya dinilai berisiko meningkatkan pengentalan darah.

Beberapa negara telah menunda rencana vaksinasi menggunakan vaksi AstraZeneca karena kekhawatiran tersebut.

Terkait kekhawatiran tersebut, pihak AstraZeneca menyampaikan klarifikasinya, Minggu (14/3/2021).

Pihak AstraZeneca menyatakan tinjauan data keamanan dari penerima vaksin Covid-19 buatannya menunjukkan tidak adanya bukti peningkatan risiko pengentalan darah.

Tinjauan AstraZeneca, yang mencakup lebih dari 17 juta penerima vaksin di Inggris Raya dan Uni Eropa, berlangsung setelah otoritas kesehatan di sejumlah negara menghentikan penggunaan vaksin buatannya atas kasus pengentalan darah.

"Sebuah tinjauan cermat dari semua data keamanan yang tersedia terhadap lebih dari 17 juta penerima vaksin Covid-19 di Uni Eropa dan Inggris Raya menunjukkan tidak adanya bukti peningkatan risiko emboli paru, trombosis vena dalam atau penurunan kadar trombosit, dalam tiap kelompok usia, jenis kelamin,  slot (dosis vaksin) atau di tiap negara tertentu," kata perusahaan itu.

Otoritas di Irlandia, Denmark, Norwegia dan Islandia menangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca atas kasus pengentalan darah.

Sementara itu, Austria menghentikan penggunaan slot dosis AstraZeneca pekan lalu sambil menyelidiki satu kematian akibat gangguan koagulasi.

Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) mengatakan tidak ada indikasi bahwa kasus tersebut disebabkan vaksinasi.

Produsen AstraZeneca mengatakan sejauh ini 15 kasus trombosis vena dalam dan 22 kasus emboli paru telah dilaporkan, yang sama dengan vaksin Covid-19 berlisensi lainnya.

Pihak perusahaan mengatakan pengujian tambahan telah dan sedang dilakukan AstraZeneca dan otoritas kesehatan Eropa dan tak ada satu pun dari pengujian ulang yang menimbulkan kekhawatiran.

Laporan keamanan bulanan akan diumumkan di laman EMA pekan depan, kata AstraZeneca.

Vaksin COVID-19 AstraZeneca, yang dikembangkan bersama Universitas Oxford, diizinkan penggunaannya di Uni Eropa dan di banyak negara, tetapi belum mengantongi restu regulator Amerika Serikat.

AstraZeneca sedang bersiap mengajukan izin penggunaan darurat AS dan berharap data dari uji klinis Tahap III vaksinnya di AS akan tersedia dalam beberapa pekan ke depan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

darah Covid-19 AstraZeneca

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top