Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cek Fakta: Dosen di Makassar Meninggal Usai Divaksin Sinovac?

Komda KIPI Sulsel menyatakan bahwa Eha Soemantri meninggal setelah dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19 pada 8 Februari 2021.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 25 Februari 2021  |  10:44 WIB
Poster Bersama Lawan Corona - Bisnis.com
Poster Bersama Lawan Corona - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea Makassar Eha Soemantri dikabarkan meninggal dunia setelah divaksin Covid-19.

Kabar itu beredar di media sosial dengan narasi yang menyatakan Eha meninggal usai mengikuti program nasional vaksinasi Covid-19. Bahkan, sebuah unggahan di Youtube bahkan mengklaim hal tersebut menjadi bukti bahwa vaksin Sinovac tidak aman.

Dilansir dalam laporan hoaks Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kamis (25/2/2021), berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut telah diklarifikasi oleh Komda KIPI Sulawesi Selatan pada Selasa (23/2/2021).

Dalam klarifikasinya, Komda KIPI Sulsel menyatakan bahwa Eha Soemantri meninggal setelah dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19 pada 8 Februari 2021.

Dalam kronologi disebutkan bahwa sebelumnya Eha Soemantri sudah mendapatkan suntik vaksinasi Covid-19 tahap 1 pada 14 Januari, lalu melakukan perjalanan ke Mamuju 5 hari sebelum vaksin tahap 2 yakni pada 28 Januari.

Kemudian, yang bersangkutan menunjukan gejala Covid-19 berupa demam dan sesak pada hari ke-3 setelah vaksinasi tahap 2 yakni pada 31 Januari.

"Sebagaimana yang juga dijelaskan oleh Komda KIPI Sulawesi Selatan, bahwa kekebalan tubuh baru terbentuk maksimal setelah 28 hari sejak vaksin pertama diberikan," demikian tertulis pada laporan Kemenkominfo.

Dengan demikian, pernyataan itu pun sekaligus membantah klaim yang menyebut bahwa Eha Soemantri meninggal akibat suntik vaksin, melainkan akibat Covid-19 yang menyerang pada masa kekebalan tubuh belum terbentuk secara maksimal.

Ustaz Maaher At-Thuwailibi

Sebelumnya, narasi serupa juga beredar di media sosial yang terkait dengan meninggalnya Ustaz Maaher At-Thuwailibi saat masih ditahan di Bareskrim Mabes Polri.  Isu yang beredar menyebutkan bahwa Ustaz Maaher alias Soni Eranata meninggal setelah disuntik vaksin Covid-19.

"Utdz Maheer At-Thuwailibi meninggal karena disuntik vaksi si Novac Cina, oleh Polisi Komunikas Indonesia (PKI)," demikian isu yang beredar di media sosial.

Kominfo menyebutkan berdasarkan penelusuran, klaim bahwa Ustaz Maaher meninggal karena diduntik vaksin Sinovac adalah keliru. Faktanya, Ustaz Maheer meninggal karena sakit.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar hoax Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top