Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hirup Uap Air Panas untuk Cegah Covid-19? Hoaks Lama Beredar Lagi

Dalam pesan itu, narasi diklaim berasal dari Ketua Satgas Covid-19 bernama Dwiyono. Menurutnya, uap dan air panas dapat membunuh virus Corona.
Poster Bersama Lawan Corona_Stop Hoax
Poster Bersama Lawan Corona_Stop Hoax

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah pesan berantai di aplikasi pesan instan, WhatsApp, beredar dengan narasi yang menyatakan pencegahan penularan Covid-19 dapat melalui metode menghirup uap air panas.

Dalam pesan itu, narasi diklaim berasal dari Ketua Satgas Covid-19 bernama Dwiyono. Menurutnya, uap dan air panas dapat membunuh virus Corona.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Komunikasi dan Informatikan tentang laporan isu hoaks, Kamis (25/2/2021), klaim tentang terapi uap air panas dapat membunuh virus Corona adalah tidak benar.

"Pesan berantai melalui WhatsApp yang mengatasnamakan Ketua Satgas Covid-19 Dwiyono adalah salah. Ketua Satgas Covid-19 saat ini bernama Doni Monardo, bukan Dwiyono seperti yang disebutkan di dalam pesan berantai tersebut," demikian laporan Kemenkominfo.

Lebih lanjut, dalam berbagai pernyataan dan penjelasannya, Doni Mordano tidak pernah sekalipun memberikan informasi bahwa beliau menyebutkan uap air panas dapat menghilangkan virus Corona.

Berdasarkan catatan Bisnis, kabar hoaks serupa juga mulai beredar sejak tahun lalu. Pada Mei 2020, Bisnis.com melaporkan bahwa kabar beredar bahwa menghirup uap air panas, dipercaya dapat mencegah terjangkitnya virus Corona yang mulai mewabah kala itu.

Dalam video yang diunggah pada Minggu (29/3/2021), cara itu diklaim sebagai upaya menangkal virus Corona baru jika dilakukan selama satu menit dalam beberapa kali sehari.

Pemilik akun itu pun menambahkan narasi sebagai berikut, "Dengan menghirup uap air panas, maka bisa membunuh virus Corona. Sangat boleh untuk dicoba ya gaes!"

Namun, kabar itu tidak benar. Mengacu laporan Asisten Profesor Klinis di Departemen Perawatan Primer dan Kesehatan Masyarakat di Texas A&M University Jason McKnight mengatakan seseorang yang menghirup uap air panas justru berpotensi mengalami kerusakan pada wajah seperti luka bakar, termasuk pada mata dan saluran pernapasan. Dalam jangka panjang, cara itu dapat menyebabkan komplikasi serius.

Menghirup uap air panas juga tidak tercantum dalam rekomendasi pencegahan virus penyebab Covid-19 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Cara yang paling efektif untuk melindungi diri dari Covid-19, menurut WHO, adalah dengan sering mencuci tangan, menutup mulut saat batuk dengan siku atau tisu, dan menjaga jarak setidaknya satu meter dengan orang yang batuk atau bersin.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper