Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Balas AS, China Kerahkan Pasukan Pengebom di Laut China Selatan

Sebanyak 10 pasukan pengebom China mengikuti latihan militer di perairan Laut China Selatan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 25 Februari 2021  |  20:58 WIB
Ilustrasi-Kapal perusak radar milik Angkatan Laut China Hull 568 saat menjalani misi latihan tempur di Laut China Selatan, 18 Juni 2020./ANTARA - HO/ChinaMilitary\r\n\r\n
Ilustrasi-Kapal perusak radar milik Angkatan Laut China Hull 568 saat menjalani misi latihan tempur di Laut China Selatan, 18 Juni 2020./ANTARA - HO/ChinaMilitary\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - China langsung melakukan latihan bom di Laut China Selatan (LCS) sebagai respons setelah ketegangan militer dengan Amerika Serikat (AS) meningkat.

Dlilansir dari South China Morning Post pada Kamis (25/2/2021), sebanyak 10 pasukan pengebom China mengikuti latihan militer di perairan Laut China Selatan. Pasukan H6-J, angkatan laut China yang paling unggul dikabarkan terlibat dalam pelatihan ini.

CCTV melaporkan pada Selasa terdapat lebih dari 10 pasukan pengebom dari Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) melakukan latihan setelah Tahun Baru Imlek yang berakhir pada 17 Februari.

Hanya sehari setelah CCTV melaporkan aktivitas tentara China tersebut, sebuah kapal perusak AS transit di Selat Taiwan sehingga semakin memanaskan suasana.

Tabloid Global Times menyebut pasukan tersebut merupakan H- 6J yang dapat membawa hingga enam rudal anti-kapal dan empat rudal H-6G.

Juru bicara Komando Teater Selatan Zhang Chunhui mengatakan armada kapal dan pesawat tempur diturunkan untuk memonitor kapal perusak AS. Kapal tersebut disebut sengaja mengambil risiko di Selat Taiwan sehingga merusak perdamaian dan stabilitas.

“Pasukan teater tetap waspada dan siap untuk melawan semua ancaman dan provokasi kapan saja,” katanya.

Sementara itu, pakar militer berpendapat respons tersebut berarti China ingin memperlihatkan kehebatannya untuk melawan aktivitas Amerika Serikat belakangan ini yang diikuti oleh operasi maskapai ganda pada bulan Februari.

Mantan Kolonel PLA Yue Gang mengatakan pelatihan tersebut untuk membalas operasi AS. yang melibatkan kapal induk AS Theodore Roosevelt dan Nimitz di wilayah LCS.

“Ini untuk menunjukkan bahwa militer China mampu melawan dan mengikuti apa yang dilakukan AS, dan mampu mengendalikan situasi,” katanya.

Yue menambahkan bahwa PLA juga dapat mengerahkan sumber daya lain, termasuk pasukan roket jika diperlukan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat laut china selatan
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top