Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksinasi Covid-19 Melambat, Kemenkes Akui Pasokan Vaksin Menipis

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadi Tarmidzi mengakui bahwa di beberapa fasilitas layanan kesehatan pasokan vaksin Covid-19 sudah menipis.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  10:57 WIB
Dokter menyuntikkan vaksin CoronaVac ke lengan petugas medis saat vaksinasi COVID-19 dosis kedua di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (28/1/2021). Pemerintah menargetkan realisasi vaksinasi COVID-19 meningkat hingga sebanyak satu juta orang setiap hari karena sudah tersedia 30.000 petugas vaksinasi yang tersebar di 10.000 Puskesmas dan 3.000 rumah sakit.  - Antara
Dokter menyuntikkan vaksin CoronaVac ke lengan petugas medis saat vaksinasi COVID-19 dosis kedua di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (28/1/2021). Pemerintah menargetkan realisasi vaksinasi COVID-19 meningkat hingga sebanyak satu juta orang setiap hari karena sudah tersedia 30.000 petugas vaksinasi yang tersebar di 10.000 Puskesmas dan 3.000 rumah sakit. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Vaksinasi kepada tenaga kesehatan mengalami perlambatan, dari target 1,4 juta baru tercapai 1,22 juta, itu pun sudah termasuk vaksinasi ke lansia.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran apakah ada jaminan semua tenaga kesehatan akan dapat vaksin, terlebih saat ini masih banyak yang belum bisa mendaftar, atau vaksinnya belum tersedia.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadi Tarmidzi mengakui bahwa di beberapa fasilitas layanan kesehatan pasokan vaksin sudah menipis, sedangkan pasokan harus dijaga untuk vaksinasi dosis kedua.

“Tentunya bagi para nakes yang belum dapat, kami sedang dalam proses distribusi. Dengan persediaan yang sudah kurang dari 15 persen, sehingga tidak bisa didistribusi ke seluruh fasyankes,” kata Nadia pada webinar PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Minggu (21/2/2021).

Bagi tenaga kesehatan yang belum mendapat vaksin, Nadia mengatakan agar segera menghubungi fasyankes. Kemenkes akan meminta Dinas Kesehatan agar vaksinasi kepada tenaga kesehatan diprioritaskan dengan ketersediaan yang ada, sambil vaksinasi tahap kedua.

“Nakes yang tertunda diharapkan untuk segera minimal membuat janji kapan akan dapat vaksin lagi. Jadi jika belum ada vaksinnya, fasyankes bisa segera melapor seberapa banyak kebutuhannya,” imbuhnya.

Namun, apabila ketersediaan vaksin masih ada, tenaga kesehatan bisa langsung datang dan disuntik vaksin. Dia juga berharap vaksin yang diproduksi Bio Farma bisa segera selesai dan mendapat izin edar untuk mengisi kebutuhan vaksin Covid-19.

Adapun, pemerintah sebelumnya telah mendatangkan vaksin Covid-19 dan bahan baku vaksin dari Sinovac, China dalam empat tahapan.

Sekjen Kemenkes Oscar Primadi menyatakan bahwa saat ini total vaksin Covid-19 yang tersedia di Indonesia sebanyak 28 juta dosis dengan tambahan (overfill) 1 juta dosis dari Sinovac. Dari total tersebut, sebagian di antaranya telah disuntikkan kepada tenaga kesehatan.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah terus berupaya untuk mendatangkan vaksin dari sejumlah negara. 

Dalam waktu deka, Jokowi menyatakan Indonesia akan menerima kiriman 4,6 juta dosis vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca.

Hal itu terungkap dalam dialog Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan Pemimpin Redaksi Media Nasional, pada 17 Februari 2021, di Istana Merdeka, Jakarta.

Seperti diunggah di website setkab.go.id, Sabtu (20/2/2021) Presiden Jokowi menyebutkan pasokan vaksin dari AstraZeneca tersebut kemungkinan diterima antara Februari dan Maret 2021.

Tekait penggunaannya, Presiden menyebutkan hal itu masih dalam pembicaraan di Kementerian Kesehatan. "Apakah ini nanti dikhususkan di sebuah provinsi sendiri sehingga pengelolaan manajemennya akan lebih mudah, ini yang belum diputuskan," ujar Presiden.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes vaksinasi Vaksin Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top