Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gempa Jepang Terkini, PM Suga Sebut Tidak Ada Korban Jiwa

Hingga Minggu pagi, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat gempa tersebut, kata Perdana Menteri Yoshihide Suga. Tetapi lebih dari 100 orang terluka, menurut penyiar negara bagian, NHK dilansir dari New York Times.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 14 Februari 2021  |  14:18 WIB
Gempa Jepang Terkini, PM Suga Sebut Tidak Ada Korban Jiwa
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga (tengah) berjalan menuju kendaraan setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (20/10 - 2020). Lawatan kenegaraan tersebut dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral antarkedua negara. ANTARA
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -  Gempa bumi besar mengguncang wilayah yang luas di Jepang timur Sabtu malam, dengan pusat gempa di lepas pantai Fukushima, dekat tempat tiga reaktor nuklir meleleh setelah gempa dan tsunami hampir 10 tahun lalu.

Hingga Minggu pagi, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat gempa tersebut, kata Perdana Menteri Yoshihide Suga. Tetapi lebih dari 100 orang terluka, menurut penyiar negara bagian, NHK dilansir dari New York Times.

Gempa tersebut menyebabkan hampir satu juta rumah tangga tanpa listrik di seluruh wilayah Fukushima dan memaksa penutupan jalan dan penangguhan layanan kereta. Sementara penduduk yang kebingungan bersiap menghadapi gempa susulan, tanah longsor memotong sebagian arteri utama melalui Prefektur Fukushima.

Layanan meteorologi Jepang melaporkan gempa berkekuatan 7,3, naik dari penilaian awal 7,1, tetapi mengatakan tidak ada bahaya tsunami.

Gempa itu, datang kurang dari sebulan sebelum peringatan 10 tahun dari apa yang dikenal sebagai gempa bumi Jepang Timur Besar dan bencana nuklir Fukushima, gempa mengguncang daerah yang membentang dari utara Hokkaido ke wilayah Chugoku di Jepang barat.

Wilayah Tokyo yang lebih besar merasakan gempa selama sekitar 30 detik mulai pukul 11:08 malam, tetapi guncangan paling kuat dirasakan di Fukushima dan Miyagi.

Gempa tersebut merupakan pengingat yang mengerikan akan gempa bumi dan tsunami berkekuatan 8,9 skala Richter yang jauh lebih kuat yang melanda Jepang pada tahun 2011, menewaskan lebih dari 16.000 orang. Setelah bencana nuklir berikutnya di Fukushima, 164.000 orang melarikan diri atau dievakuasi dari sekitar pabrik.

Dalam komentar setelah pertemuan tentang gempa pada Minggu pagi, Suga memperingatkan penduduk untuk bersiap menghadapi gempa susulan dan mengambil tindakan pencegahan.

"Untuk minggu depan, harap tetap waspada terhadap kemungkinan gempa bumi lagi" dengan ukuran yang sama, katanya, menambahkan, "Jangan lalai."

Gempa Sabtu melanda ketika Tokyo dan sembilan prefektur besar lainnya berada dalam keadaan darurat untuk menahan virus corona. Penghuni didorong untuk bekerja dari rumah dan menghindari keluar pada malam hari, sedangkan restoran dan bar tutup pada pukul 8 setiap malam.

Jepang juga bersiap menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas, ditunda setahun dari 2020. Olimpiade dijadwalkan dibuka pada 23 Juli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang gempa
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top